Singapura dinobatkan sebagai negara non OKI yang paling ramah Muslim di dunia pada tahun 2025. Ini menjadi pencapaian Singapura selama tiga tahun berturut-turut.
Indonesia memimpin wisata halal dunia, didukung sertifikasi halal masif dan infrastruktur ramah muslim. Keberagaman destinasi, teknologi pendukung, dan promosi internasional menjadi kunci sukses. Tantangan pemerataan fasilitas dan edukasi pelaku industri masih ada. Namun, dengan kolaborasi pemerintah dan swasta, Indonesia optimis mempertahankan posisi terdepan pariwisata halal global.
WITEX 2025 menjadi panggung global pariwisata halal, menyatukan negara-negara seperti Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Pameran ini berevolusi dari AITEX, mencerminkan pertumbuhan industri wisata Muslim dunia. Kolaborasi lintas negara bertujuan memamerkan destinasi ramah Muslim, mendorong inovasi layanan, dan memperkuat posisi dalam pasar wisata halal internasional yang berkembang pesat.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi kehadiran Kurma Park di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, sebagai daya tarik wisata ramah Muslim.
Thailand melangkah maju sebagai destinasi ramah Muslim, menempati peringkat 5 Global Muslim Travel Index. Pemerintah Thailand fokus mengembangkan industri halal, membentuk Pusat Industri Halal Thailand, dan berencana mendirikan Komite Industri Halal Nasional untuk menjadi pusat halal ASEAN.