LANGIT7.ID - Youtuber asal Indonesia yang merantau dan berkarya di Jepang, Neo Japan, berhasil memikat hati seorang wanita asli Jepang hingga menikah dengannya.
Haru, wanita yang menikah dengan Neo ini menjadi mualaf dan kemudian merubah namanya menjadi Fatimah. Bagaimana awal kisahnya?.
Pria asli Lombok ini pertama kali ke Jepang tahun 2013, "Awalnya aku
tuh iseng ikut test untuk kerja di Jepang, mau
nyenengin orang tua niatnya", tuturnya dalam unggahan di kanal youtube Cerita Untungs, pada Rabu, (8/9/2021).
"Karena memang niatnya
nyenengin orang tua, atas izin Allah, aku lulus ke Jepang", ungkap Neo.
Sempat pulang ke Indonesia tahun 2016, dua tahun kemudian Neo kembali ke Jepang. Pria bernama asli Dian ini kemudian menikahi Fatimah sekitar 2 tahun lalu, tepatnya tahun 2019.
Kini Neo dan Fatimah telah dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Yusuf.
Fatimah merasakan sekali perbedaan budaya antara dirinya dengan Neo, termasuk hal-hal yang kecil.
"Masalah budaya, khususnya kebersihan berasa banget. Neo suka membuang bekas makan kuaci keluar jendela, lantai suka basah kalau habis wudhu. Saya selalu ngomel sama Neo". Kata Fatimah yang diterjemahkan oleh Neo.
Lalu apa yang membuat Fatimah jatuh hati dengan pria asal Indonesia ini? Ternyata karena kebaikan dan perhatiannya.
"Saya sadar
ga ganteng,
ga kaya juga, makannya saya harus menonjolkan apa kelebihan saya, Makanya saya begitu perhatian dengan Fatimah", ujar Neo.
Sebelum sesukses sekarang, pasangan ini ternyata pernah melewati masa sulit. Saat Fatimah hamil tua menjelang lahir, kondisi ekonomi pasangan beda budaya ini berada di situasi yang sulit.
"Menjelang lahir anak pertama, Fatimah mundur dari pekerjaan karena hamil. Peraturan di Jepang, jika sudah bekerja minimal 1 tahun, cuti hamilnya akan tetap digaji, tetapi waktu itu Fatimah baru bekerja 6 bulan saja. Saya pun saat itu belum dapat pekerjaan tetap".
"Yang saya lakukan saat itu adalah sabar dan selalu meyakinkan Fatimah bahwa ada Allah yang bisa kita jadikan sandaran", imbuhnya.
Keyakinan itu terbukti. Setidaknya mereka berdua telah melewati masa itu dan masih bersetia satu sama lain.
(arp)