LANGIT7.ID-, Jakarta- - David Steward, pengusaha teknologi asal Missouri, Amerika Serikat, membuktikan bahwa inspirasi bisa datang dari sumber yang tak terduga. Dengan kekayaan US$7,6 miliar, Steward kini menjadi salah satu orang terkaya dunia. Namun, yang mengejutkan, kunci kesuksesannya terletak pada pelajaran yang ia petik dari kisah Nabi Nuh.
Lahir tahun 1951 dalam keluarga miskin berkulit hitam, Steward sering menghadapi diskriminasi dan ejekan. Namun, hidupnya berubah drastis setelah ia mempelajari kisah Nabi Nuh. Cerita tentang kegigihan Nabi membangun bahtera di tengah cemoohan masyarakat menjadi titik balik dalam filosofi hidupnya.
Steward terpesona oleh keteguhan Nabi Nuh yang tetap membangun bahtera meskipun dianggap gila. Baginya, ini adalah pelajaran berharga tentang bertahan dalam menghadapi kritik dan tetap fokus pada visi besar, meski situasi tampak mustahil.
Terinspirasi oleh kisah ini, Steward memutuskan untuk mengejar ambisi besarnya. Ia meninggalkan pekerjaan kantoran yang aman untuk mendirikan World Wide Technology (WWT) pada tahun 1990, saat teknologi komputer masih asing bagi kebanyakan orang.
Seperti Nabi Nuh yang dicemooh saat membangun bahtera, Steward pun menghadapi skeptisisme. Banyak yang meragukan idenya untuk membangun perusahaan teknologi. Namun, mengingat ketabahan Nabi Nuh, ia tetap teguh pada visinya.
"Saat kamu punya ambisi besar, orang cenderung akan meledek kamu," ujar Steward dalam wawancara dengan Forbes tahun 2004. "Mereka jadi paling sering bersuara dan sok menilai kamu. Bahwa kamu tidak seharusnya mengejar mimpi dan ambisi kamu."
Namun, seperti bahtera Nabi Nuh yang akhirnya menyelamatkan banyak nyawa saat banjir besar tiba, visi Steward pun terbukti tepat. Seiring perkembangan teknologi, WWT tumbuh pesat. Pada 2022, Forbes mencatat WWT sebagai perusahaan swasta terbesar ke-27 di AS dan perusahaan terbesar milik orang kulit hitam, dengan pendapatan mencapai US$17 miliar.
Kisah Steward menjadi bukti nyata bahwa pelajaran dari kisah kuno bisa diterapkan dalam dunia bisnis modern. Ia menerjemahkan keteguhan Nabi Nuh menjadi prinsip bisnis yang kuat: pantang menyerah dalam mengejar visi, meski dunia meragukan.
Keberhasilan Steward bukan hanya tentang membangun imperium teknologi, tapi juga tentang membuktikan bahwa inspirasi bisa datang dari sumber yang tak terduga. Ia menunjukkan bahwa kebijaksanaan dari kisah religius bisa menjadi landasan kesuksesan di era digital.
Perjalanan Steward dari anak miskin yang didiskriminasi menjadi miliarder teknologi menginspirasi banyak orang. Ia membuktikan bahwa dengan keteguhan seperti Nabi Nuh, seseorang bisa mengubah rintangan menjadi batu loncatan menuju kesuksesan.
Kisah David Steward mengajarkan kita untuk tidak meremehkan kekuatan inspirasi, bahkan dari cerita yang tampaknya kuno. Dalam dunia yang terus berubah, prinsip-prinsip dasar seperti kegigihan dan visi yang kuat tetap menjadi kunci kesuksesan, persis seperti yang ditunjukkan dalam kisah Nabi Nuh ribuan tahun lalu.
(lam)