LANGIT7.ID-, Jakarta- - Industri otomotif Thailand sedang bergairah. Negeri Gajah Putih ini semakin menarik bagi produsen mobil, khususnya untuk segmen kendaraan ramah lingkungan. Tak hanya pabrikan Jepang yang sudah lama bermain di sana, raksasa otomotif dari Negeri Tirai Bambu pun mulai melirik peluang emas ini.
SAIC Motor, salah satu pemain besar di dunia otomotif China, berencana melebarkan sayapnya ke Thailand. Melalui anak perusahaannya, MG, mereka berniat memproduksi mobil hybrid di Negeri Seribu Pagoda tersebut. Langkah ini tentu bukan tanpa alasan. Pemerintah Thailand baru-baru ini mengumumkan kebijakan yang menggiurkan bagi produsen mobil hybrid.
Pongsak Lertruedeewattanavong, petinggi MG Sales Thailand, mengungkapkan rencana mereka. "Kami sedang mempertimbangkan anggaran investasi untuk proyek produksi HEV yang akan segera diselesaikan," ujarnya seperti dikutip dari Bangkok Post. Rencananya, lini produksi ini akan mulai beroperasi pada tahun 2025. Namun sebelum itu, MG akan mengimpor mobil-mobil hybridnya dari China terlebih dahulu.
Kebijakan pemerintah Thailand yang menjadi magnet bagi produsen mobil hybrid ini berupa penurunan pajak cukai khusus untuk kendaraan hybrid mulai tahun 2028 hingga 2032. Namun, ada syaratnya. Produsen harus berinvestasi minimal 3 miliar baht dalam empat tahun ke depan dan memproduksi HEV secara lokal dengan kandungan komponen lokal mencapai 40 persen.
Pasar mobil hybrid di Thailand sendiri menunjukkan tren positif. Pada semester pertama tahun ini, penjualan mobil hybrid melonjak hampir 70 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Fenomena ini tentu saja menjadi daya tarik tersendiri bagi para produsen mobil.
MG bukan satu-satunya pemain yang tertarik dengan peluang ini. Nissan Motor Thailand juga berencana untuk fokus memproduksi HEV di pabriknya yang berlokasi di Samut Prakan. Hal ini menunjukkan bahwa persaingan di segmen mobil hybrid Thailand akan semakin sengit di masa mendatang.
Dengan kapasitas produksi tahunan mencapai 100.000 unit, pabrik MG di Chon Buri siap menghadapi tantangan ini. Pabrik tersebut tidak hanya akan memproduksi mobil hybrid, tetapi juga kendaraan listrik baterai dan mobil konvensional bermesin pembakaran internal.
Melihat perkembangan ini, Thailand tampaknya sedang bersiap menjadi pusat produksi mobil hybrid di kawasan Asia Tenggara. Dengan insentif yang menarik dan pasar yang potensial, bukan tidak mungkin negara ini akan menjadi "surga" bagi produsen mobil ramah lingkungan dalam beberapa tahun ke depan.
(lam)