LANGIT7.ID-, Jakarta- - Kabar mengejutkan kembali muncul di dunia sepak bola Indonesia terkait Kevin Diks, bek kanan andalan FC Copenhagen. Pemain berusia 27 tahun ini kembali menjadi perbincangan hangat setelah munculnya indikasi bahwa ia mungkin akan bergabung dengan Tim Nasional Indonesia melalui proses naturalisasi.
Kisah Diks dan ketertarikannya pada Timnas Indonesia sebenarnya sudah bergulir sejak beberapa tahun lalu. Pada tahun 2020, dalam sebuah wawancara dengan Yussa, seorang YouTuber yang dikenal dengan ulasan konten sepak bolanya, Diks mengungkapkan keterbukaan dirinya untuk membela Indonesia. "Saya selalu mengatakan terbuka untuk itu," ujar Diks kala itu. Ia bahkan menegaskan bahwa Indonesia adalah bagian dari asal-usulnya, sehingga ia tidak akan menolak kesempatan tersebut jika datang.
Baca juga:
Jens Raven, Talenta Muda yang Masih Perlu Diasah untuk Timnas SeniorNamun, perjalanan Diks menuju jersey Garuda tidak selalu mulus. Pada tahun 2022, ketika namanya muncul bersama beberapa pemain keturunan Indonesia lainnya untuk dinaturalisasi, rencana tersebut terpaksa dibatalkan. Hasani, yang saat itu menjabat sebagai anggota Exco PSSI, mengungkapkan bahwa Diks tidak mendapatkan restu dari orangtuanya untuk melanjutkan proses naturalisasi.
Meskipun sempat mengalami hambatan, peluang bagi Diks untuk bergabung dengan Timnas Indonesia tampaknya belum sepenuhnya tertutup. Baru-baru ini, pada awal September 2024, Arya Sinulingga, anggota Exco PSSI, memberikan petunjuk adanya komunikasi yang sedang berlangsung dengan Diks. "Ada (komunikasi) tapi belum," ungkap Arya dalam sebuah wawancara yang diunggah di kanal YouTube Yussa.
Lebih lanjut, Arya menyebutkan bahwa PSSI sedang mendekati satu hingga dua pemain keturunan untuk proses naturalisasi. Meskipun tidak secara eksplisit menyebut nama Diks, pernyataan ini memicu spekulasi bahwa bek FC Copenhagen tersebut mungkin menjadi salah satu kandidat yang dimaksud.
Jika Diks benar-benar bergabung dengan Timnas Indonesia, ini bisa menjadi angin segar bagi skuad Garuda. Pengalaman Diks bermain di level tertinggi sepak bola Eropa, termasuk di Liga Champions bersama FC Copenhagen, tentu akan sangat berharga. Kehadirannya bisa menjadi suntikan kekuatan baru di lini pertahanan Indonesia, terutama dalam misi mereka untuk lolos ke Piala Dunia 2026.
Namun, semua itu masih menjadi tanda tanya besar. Apakah Diks akan benar-benar mengenakan jersey Merah Putih? Apakah ia akan menjadi bagian dari skuad yang akan menghadapi Jepang dan Arab Saudi di matchday kelima dan keenam Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia? Hanya waktu yang akan menjawab. Yang pasti, perkembangan kasus Diks ini akan terus menjadi sorotan para pecinta sepak bola Tanah Air dalam waktu dekat.
(lam)