LANGIT7.ID-Jakarta; Saat tertidur lelap tiba-tiba tersentak karena otot betis nyeri akibat kram. Kram otot tidak hanya bisa terjadi setelah melakukan aktivitas tinggi, tetapi dapat juga muncul ketika hendak tidur atau selama tidur.
Menurut hasil studi melansir dari Healthline, sekitar 30 persen orang dewasa mengalami kram pada malam hari setidaknya lima kali dalam sebulan dan masalah itu bukan hanya terjadi pada orang yang habis lari maraton, meski orang yang lebih aktif rentan mengalaminya.
"Kram terjadi saat serat otot terlalu tereksitasi, sering kali disebabkan oleh impuls saraf yang tidak terarah atau kadar elektrolit yang tidak memadai, seperti kalium, kalsium, atau magnesium yang diperlukan untuk kontraksi otot normal," ujar Dr. Ang Mu Liang, konsultan bedah ortopedi di Woodlands Health, National Healthcare Group.
Keadaan ini melibatkan neuron motorik bawah, sel saraf di sumsum tulang belakang dan otak. Sederhananya, neuron ini mengumpulkan impuls saraf dari sistem saraf pusat dan mengirimkannya ke otot-otot di tubuh untuk menciptakan gerakan.
Sifat kram kaki yang spontan membuat pengamatan dan penelitian mengenai masalah ini susah dilakukan. Ada dua hipotesis utama mengenai penyebab kram otot kaki, yakni kelelahan otot dan ketidakseimbangan elektrolit.
Tidak ada perawatan khusus yang direkomendasikan untuk mengatasi kram otot. Disarankan peregangan otot yang kram ke arah yang berlawanan. Misalnya, jika betis yang kram memaksa kaki ke posisi jinjit, maka tarik kaki kembali ke posisi jari kaki.
Menggunakan panas dapat membantu mengendurkan otot dan kemudian mengompresnya dengan es secara berkala dapat mengurangi rasa sakit. Mengisi kembali elektrolit tubuh dengan makan pisang untuk memenuhi asupan kalium atau minum minuman isotonik juga dapat membantu.(*)
(lam)