LANGIT7.ID-, Jakarta- - Masa depan pelatih Tottenham Hotspur, Ange Postecoglou, mulai dipertanyakan setelah start yang lambat di Liga Inggris musim ini. Meski saat ini masih berada di posisi 10 klasemen, menurut sumber terpercaya kepada media olahraga ternama, posisi pelatih asal Australia ini bisa terancam musim depan jika hasil tidak membaik, terlebih setelah pernyataannya yang berani menjanjikan trofi di musim keduanya bersama klub.
Tottenham baru memenangkan lima dari sebelas pertandingan pembuka Liga Inggris, dengan jumlah kekalahan yang sama dan hanya satu hasil imbang, membuat mereka bertahan di papan tengah berkat selisih gol. Meski hanya terpaut tiga poin dari Chelsea dan rival sekota Arsenal di posisi ketiga, fakta bahwa mereka berada di posisi kesepuluh menunjukkan kemunduran dibanding musim lalu.
Catatan Selisih Gol Tottenham yang MenipuThe Lilywhites memiliki selisih gol +10, terbaik kedua di liga, meski hal ini lebih karena kemenangan besar mereka, termasuk 4-0 atas Everton, 3-0 melawan Manchester United, dan 4-1 mengalahkan West Ham United.
Meski belum pernah kalah lebih dari satu gol musim ini, jumlah kekalahan bisa menjadi kekhawatiran bagi masa depan Postecoglou di Tottenham. Sumber terpercaya mengungkapkan bahwa jika hasil tidak membaik, posisinya bisa terancam musim depan.
Belum Ada Pembicaraan Soal Masa Depan PostecoglouMenurut sumber internal klub, belum ada diskusi tentang masa depan Postecoglou karena dia masih dipercaya oleh manajemen dalam proyek baru ini. Namun, jika di akhir musim Spurs tampil mengecewakan dan tidak memenangkan apa pun, orang-orang akan mengingat pernyataan Postecoglou yang mengatakan bahwa dia selalu memenangkan sesuatu di musim keduanya.
Postecoglou Belum Melampaui PendahulunyaMeski Postecoglou telah menunjukkan performa yang baik untuk pelatih yang belum pernah menangani klub Liga Inggris sebelumnya, dia belum melakukan lebih baik dari Antonio Conte. Conte setidaknya membawa klub ke Liga Champions pada musim 2021/22, sementara Jose Mourinho dan Postecoglou belum bisa meniru prestasi itu, apalagi pencapaian Mauricio Pochettino yang membawa klub finis empat besar Liga Inggris empat kali berturut-turut.
(lam)