Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 07 Mei 2026
home lifestyle muslim detail berita

Biyan Wanaatmadja, Perancang Busana Indonesia 40 Tahun Bertahan di Industri Mode

tim langit 7 Senin, 16 Desember 2024 - 18:47 WIB
Biyan Wanaatmadja, Perancang Busana Indonesia 40 Tahun Bertahan di Industri Mode
LANGIT7.ID-Jakarta; Biyan Wanaatmadja, yang berusia 70 tahun pada bulan Oktober, adalah salah satu perancang busana Indonesia yang paling terkenal dan abadi, dikenal karena keahliannya yang luar biasa, perhatian terhadap detail, dan hubungan budaya yang mendalam dengan negara asalnya.

Usia tampaknya tidak memudarkan kreativitasnya yang tak terbatas. Pada bulan November, ketika orang lain mungkin telah memulai pelayaran yang nyaman menuju matahari terbenam, Biyan membuka salon pengantin seluas 2.000 meter persegi yang dipenuhi tanaman di daerah kantong gaya hidup trendi Kemang di Jakarta Selatan.

Seperti yang selalu terjadi dengan Biyan, salon ini adalah yang terbaik dalam hal kecanggihan dan gaya. Dengan pengalaman hampir empat dekade di industri mode, karya Biyan memadukan warisan Indonesia dengan gaya busana Barat untuk menciptakan desain yang abadi, elegan, dan kontemporer. Pendekatannya yang khas telah membuatnya mendapatkan pengakuan baik di negara asalnya maupun di tingkat internasional, memperkuat reputasinya sebagai tokoh penting dalam kancah mode global.

BAGAIMANA SEMUANYA DIMULAI

Biyan Wanaatmadja, Perancang Busana Indonesia 40 Tahun Bertahan di Industri Mode


Biyan Wanaatmadja lahir tahun 1954, dan dibesarkan di Surabaya, Jawa Timur, tempat ia mengembangkan apresiasi awal terhadap seni visual. Tumbuh dalam lingkungan yang nyaman, ia menghabiskan sebagian besar waktunya menjelajahi alam, yang sangat memengaruhi estetika romantis dan filosofi desainnya.

"Sewaktu masih muda, saya selalu berada di luar, mengelilingi diri saya dengan alam. Saya suka bermain di luar ruangan," kenang Biyan. "Saya selalu yakin akan keindahan alam; yang lebih penting adalah bagaimana alam dapat menerapkan keindahannya kepada manusia."

Awalnya bertekad untuk belajar arsitektur, Biyan pindah ke Jerman untuk mengejar mimpinya. Namun, ia mengalihkan fokusnya ke desain selama semester kedua, titik balik yang membawanya untuk belajar mode di M Muller & Sohn di Dusseldorf dan kemudian di London College of Fashion yang bergengsi. Di sinilah ia mengembangkan estetika khas mode Barat dengan sentuhan Indonesia. Setelah menghabiskan sekitar 15 tahun di Eropa, Biyan kembali ke Indonesia, tempat ia memulai karier modenya.

Pada tahun 1984, Biyan meluncurkan label eponimnya di Jakarta, diikuti dengan pendirian lini busana siap pakainya, Studio 133, pada tahun 1985. Koleksi-koleksi awal ini memperkenalkan gaya modern pada busana tradisional Indonesia, seperti baju kurung dan kebaya Sumatera, tetapi ditata ulang dengan ukuran besar dengan lapisan kain kontras yang romantis dalam potongan asimetris, desain yang mencerminkan selera wanita Indonesia yang terus berkembang saat itu.

"Kami mulai menciptakan busana siap pakai yang memiliki semangat tradisional modern," kata Biyan. Koleksi-koleksi tersebut diterima dengan baik. Seiring berjalannya waktu, seiring dengan perubahan selera, desain-desain Biyan beradaptasi dengan mode kontemporer saat itu sambil tetap mempertahankan detail tradisional dan artistik.

Saat ini, Biyan mengoperasikan 11 butik di Jakarta dan Surabaya dan mempekerjakan sekitar 400 orang, banyak di antaranya telah bekerja dengannya selama lebih dari tiga dekade. Ia memamerkan busananya dua kali setahun untuk Biyan dan Studio 133 Biyan, label busana siap pakainya, dan mendesain sekitar 10 koleksi setiap tahun.

Timnya tetap menjadi inspirasi utama bagi kreativitasnya, seperti yang ia katakan dengan penuh kasih sayang: "Mereka yang mulai bekerja dengan saya 30 tahun lalu masih bersama saya hingga kini. Merekalah yang selalu memotivasi saya untuk terus maju."

FILOSOFI DAN ESTETIKA DESAIN

"Saya telah mendedikasikan hidup saya untuk mengejar keindahan," kata sang maestro. Pencarian ini telah membawanya pada penggunaan cetakan yang cerah, sulaman yang halus, kain sutera tambal sulam, dan hiasan renda yang menciptakan estetika yang romantis dan eklektik.

Pakaiannya sering kali menceritakan kisah melalui kain, di mana setiap potong mencerminkan rasa warisan dan keahlian yang berbicara tentang akarnya di Indonesia, serta pengalamannya selama bertahun-tahun di Eropa. Setiap karyanya berputar di sekitar keahlian pembuatannya, di mana ia mengekspresikan etos kreatifnya melalui berbagai macam perawatan material yang cermat, mulai dari sulaman dan aplikasi hingga lipatan, manik-manik, dan potongan.

Ia menerjemahkan budaya dan keindahan menjadi karya-karya yang sangat halus yang merayakan keseimbangan antara Timur dan Barat. Dengan menjelajahi tradisi dan kain Indonesia kuno, Biyan telah mengembangkan keterampilan yang bernuansa.

Wanita Biyan, seperti yang digambarkan oleh desainer, adalah wanita yang elegan namun berjiwa bebas, tidak takut untuk menjelajahi batasan baru – pada dasarnya, seorang yang romantis. "Wanita Biyan suka bergerak dan merasa bebas. Dia suka menjelajah dan berpikiran terbuka. Dia menghargai hal-hal yang lebih baik sekaligus berani. Ya, dia elegan, tetapi dia juga berjiwa bebas," jelasnya.

Bagi Biyan, esensi dari desainnya terletak pada fleksibilitasnya dan kebebasan yang dimiliki wanita untuk memadukan dan mencocokkan kreasinya dengan cara mereka sendiri, menjadikan setiap karya unik mereka sendiri.

Saat desainer tersebut merenungkan kariernya yang panjang, ia mencatat bahwa tujuannya selalu untuk menciptakan pakaian yang memadukan modernitas dengan keindahan abadi. "Saya terinspirasi untuk menciptakan pakaian yang lebih modern namun tetap memiliki keindahan klasik yang hakiki," katanya. "Karya-karya saya dimaksudkan untuk berkembang seiring waktu, dan saya senang melihat bagaimana karya-karya saya dikenakan dengan cara-cara baru."

PENGAKUAN INTERNASIONAL

Biyan Wanaatmadja, Perancang Busana Indonesia 40 Tahun Bertahan di Industri Mode


Terobosan Biyan ke pasar internasional terjadi pada tahun 1998 selama periode kerusuhan politik di Indonesia. Di tengah pergolakan ini, ia menerima tawaran untuk memamerkan koleksinya di butik multimerek, The Link, di Singapura — momen penting yang menandai usaha ritel internasional pertamanya.

Meskipun ekspansi global menghadirkan tantangan tersendiri, kegigihan Biyan membuahkan hasil. Karyanya sekarang tersedia di berbagai pengecer kelas atas di seluruh Asia dan Timur Tengah, dengan distributor terkenal dari tempat-tempat yang jauh seperti Amerika dan Tiongkok, dengan Lane Crawford, dan Joyce Boutiques di Hong Kong dan Shanghai, serta butik Club 21 di Singapura, Malaysia, dan Thailand.

KOLEKSI PENGANTIN YANG ABADI

Pada tahun 2007, Biyan memperluas mereknya dengan meluncurkan koleksi gaun pengantinnya, sebuah langkah yang memperkuat reputasinya dalam menciptakan gaun yang elegan dan anggun. Dikenal karena detailnya yang rumit dan seni yang halus, desain gaun pengantin Biyan menawarkan alternatif yang canggih untuk pakaian malam tradisional, yang menangkap romansa dan modernitas.

Meskipun sifat mode berubah, Biyan tetap berkomitmen pada nilai-nilai intinya. "Seiring bertambahnya usia, saya tidak lagi terlibat dalam aspek mode yang lebih trendi," katanya. "Saya sekarang lebih menjadi desainer organik. Saya suka melihat ke mana desain saya membawa saya, bagaimana desain tersebut berubah seiring waktu dan tetap mempertahankan esensi keindahan yang dimilikinya sejak awal."

Karya-karyanya telah mengambil lapisan artistik, dan telah memperoleh keindahan lukisan atau patung, karena Biyan adalah seorang seniman sejati, dan seorang kolektor seni yang bersemangat di waktu luang.

WARISAN DAN INSPIRASI YANG BERKELANJUTAN

Perjalanan luar biasa Biyan dari Surabaya hingga mendapat pengakuan internasional adalah bukti dedikasi, kreativitas, dan kemampuan beradaptasinya. Dengan empat dekade pengalaman di bidang mode, desainnya telah menjadi ciri khas busana Indonesia dan telah memengaruhi banyak wanita kaya yang menghargai keindahan tanpa mengorbankan kebebasan dalam berbusana.

Pendekatannya terhadap mode tidak pernah tentang mengikuti tren, tetapi tentang menciptakan karya abadi yang selaras dengan semangat pemakainya. Saat ia melangkah ke babak berikutnya dalam kariernya, warisan Biyan terus menginspirasi, dengan desainnya yang berfungsi sebagai jembatan antara budaya dan perwujudan tradisi dan inovasi.(*/saf/CNA)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 07 Mei 2026
Imsak
04:25
Shubuh
04:35
Dhuhur
11:53
Ashar
15:13
Maghrib
17:48
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)