LANGIT7.ID-Jakarta; Ban jenis tubeless, saat ini hampir digunakan oleh semua sepeda motor keluaran terbaru. Hal ini dikarenakan ban tubeless memiliki lebih banyak keunggulan dibandingkan dengan ban tube type.
Salah satu keunggulan dari ban tubeless adalah tidak perlu lagi menggunakan ban dalam. Selain itu, ban tubeless juga lebih sulit mengalami kebocoran.
Contohnya, saat ban tubeless tidak sengaja tertusuk paku dan paku tidak langsung dicabut, maka angin di dalam ban tubeless tidak akan langsung habis.
Jika ban tubeless bocor, maka untuk menambalnya pun tidak memerlukan waktu yang lama. Berbeda dengan ban tube type yang membutuhkan waktu lama untuk menambalnya.
Karena, ban dalam pada ban tubetype harus dilepas terlebih dahulu kemudian ditambal menggunakan metode pemanas agar tambalan merekat sempurna. Meskipun ban tubeless ini lebih mudah ditambal, tapi tetap saja ada batas tambalan maksimal pada ban tubeless.
Jika batas tersebut telah tercapai, berarti ban sudah tidak layak digunakan. Namun, tak sedikit para pengguna ban tubeless yang memilih untuk memasangkan ban tubeless mereka menggunakan ban dalam saat tambalan ban tubeless sudah melebihi batas maksimalnya.
Penggunaan ban dalam pada ban tubeless ini dinilai mampu membuat ban tubeless menjadi lebih tahan bocor. Tapi, apa benar ban tubeless dengan ban dalam bisa lebih tahan bocor? Ban tubeless yang diisi dengan ban dalam sebenarnya sangat tidak direkomendasikan.
Karena akan mengganggu kinerja ban, dan fungsi ban tubeless yang tanpa ban dalam ini jadi tidak optimal. Penggunaan ban dalam pada ban tubeless ini justru akan membuat kerapatan ban tubeless untuk mencegah kebocoran menjadi berkurang. Sehingga, ban tubeless mala akan menjadi lebih mudah kempes dan bocor.(*)
(hbd)