LANGIT7.ID, Jakarta - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), mendorong penguatan sektor ekonomi kreatif agar menjadi salah andalan bagi para pelaku usaha, khususnya di daerah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Menparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, selain potensi di sektor pariwisatanya, Banyuwangi juga memiliki potensi lain yang harusnya bisa dikembangkan dalam sektor ekonomi kreatifnya. Terlebih, Kabupaten Banyuwangi juga telah dijuluki "Sunrise of Java" yang menjadi primadona di sektor pariwisata.
"Sektor ekonomi kreatif merupakan sumber pembangunan inklusif yang mampu mendukung dan memperkuat identitas budaya, ekosistem kreatif, dan inovatif untuk menciptakan produk kreatif baru," ujar Sandiaga di Workshop Pengembangan Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif Indonesia, di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Banyuwangi, Sabtu kemarin (18/9).
Baca juga: Diskon PPnBM 100 Persen Berlanjut, Ada Refund Buat yang Sudah BayarSandiaga menambahkan, Kabupaten Banyuwangi yang masuk sebagai salah satu kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN), merupakan aset penting bagi pengembangan kepariwisataan dan ekonomi kreatif yang dapat melengkapi satu sama lain. Seperti diketahui, banyak sektor pariwisata di Banyuwangi yang memiliki potensi, seperti Kawah Ijen, Djawatan, Pulau Merah dan lainnya.
Menurutnya, Banyuwangi selalu menjadi referensi dan inspirasi bagi daerah lain dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif. Program ini diharapkan mampu memberi kontribusi bagi peningkatan inovasi dari entrepreneurship dan juga menyentuh wawasan global tapi dengan kearifan lokal.
"Kemenparekraf terus konsisten mendukung dan memfasilitasi para pelaku ekonomi kreatif melalui berbagai program dan kegiatan. Salah satunya Pengembangan Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif Indonesia," katanya.
Baca juga: Sukses Berdayakan Masyarakat, PLN Raih 6 Penghargaan Nusantara CSR Awards 2021 Program ini, lanjut Sandiaga, bertujuan untuk menggali, memanfaatkan, menumbuh-kembangkan, mengelola, dan mengonversi kreativitas. Serta memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi, seni, dan budaya untuk mengembangkan potensi lokal.
"Kami harap produk ekraf Banyuwangi dapat menjadi bagian dari gerakan Bangga Buatan Indonesia serta dapat membuka lapangan kerja seluas luasnya, karena 97 persen lapangan kerja berasal dari UMKM," katanya.
(zul)