LANGIT7-Jakarta,- - Jenama mode Dara Baro mempersembahkan koleksi terbaru yakni kebaya adaptasi warisan Nusantara yang memadukan teknik kreatif dengan gaya kontemporer, serta menciptakan busana penuh karakter dan cerita.
Dara Baro yang ikut berpartisipasi pada event Spotlight Cultural Fusion itu ingin merayakan kebaya sebagai simbol identitas budaya Indonesia, menyusul penetapan kebaya sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Benda oleh UNESCO pada awal Desember 2024.
Momentum ini memberikan semangat baru untuk terus menghadirkan kebaya dalam berbagai konteks kehidupan, termasuk di kalangan generasi muda. Melalui koleksi Dara Baro, sang desainer berharap bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda agar kembali mencintai kebaya.
Koleksi ini mengusung kebaya dengan desain khas yang memadukan elemen tradisional dan modern. Setiap busana dirancang menggunakan teknik boro, seni menjahit dari Jepang yang menghidupkan kembali sisa kain menjadi mahakarya penuh nilai.
Baca juga:
Zara Rambah Dunia Kuliner dengan Membuka ZacaffeProses ini menciptakan busana yang tidak hanya indah secara estetika tetapi juga memiliki cerita yang unik, menjadikan setiap kebaya sebagai pernyataan mode yang personal dan berharga.
“Melalui koleksi ini, kami ingin menunjukkan bahwa kebaya dapat menjadi busana yang fleksibel dan relevan untuk berbagai generasi. Kebaya tidak hanya untuk acara resmi tetapi juga dapat menjadi pilihan busana yang trendi untuk kehidupan sehari-hari,” ujar Dimita Agustin, desainer sekaligus pemilik Dara Baro.
Koleksi Dara Baro ini tampil dalam pagelaran busana eksklusif di panggung utama Spotlight Cultural Fusion beberapa waktu lalu. Koleksi tersebut mengeksplorasi ragam kebaya dari berbagai daerah di Indonesia, dengan sentuhan modern yang tetap menghormati nilai tradisional.
Setiap desain dirancang untuk memberikan energi baru pada kebaya, menjadikannya lebih inklusif dan relevan untuk berbagai gaya hidup.
Sustainable atau Keberlanjutan sebagai Bagian dari Filosofi
Keberlanjutan menjadi inti dari setiap koleksi Dara Baro. Dengan menggunakan material sisa kain yang diolah menjadi busana bernilai seni tinggi, Dara Baro mengedepankan konsep mode yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Setiap kebaya adalah hasil eksplorasi kreatif yang tidak hanya memperindah penampilan tetapi juga menyuarakan kepedulian terhadap masa depan bumi.
“Setiap potong busana kami membawa pesan tentang seni keberlanjutan. Ini bukan sekadar busana, tetapi sebuah kontribusi nyata dalam mengurangi limbah tekstil,” ungkap Dimita Agustin.
Dengan desain yang inovatif dan nyaman, kebaya Dara Baro dirancang untuk dapat dikenakan dalam berbagai kesempatan, mulai dari acara formal hingga aktivitas kasual.
Koleksi ini menunjukkan bahwa kebaya dapat menjadi simbol budaya yang tetap hidup dan berkembang bersama zaman.
“Kami percaya bahwa kebaya adalah bagian dari identitas bangsa yang patut dirayakan. Melalui koleksi ini, kami ingin menyampaikan bahwa kebaya adalah warisan yang penuh gaya dan makna, cocok untuk siapa saja,” kata Dimita Agustin, pendiri Dara Baro.
Dara Baro adalah jenama fesyen yang berfokus pada pakaian wanita dengan konsep keberlanjutan. Berdiri dengan misi mengurangi limbah tekstil, Dara Baro mengolah material sisa kain menjadi karya bernilai tinggi dengan teknik boro.
Dengan menggabungkan seni, tradisi, dan inovasi, Dara Baro menghadirkan koleksi busana yang estetis, bermakna, dan ramah lingkungan
(ori)