LANGIT7.ID-Jakarta; Banyak wanita telah memuji perawatan pelurusan dan pengeritingan rambut selama bertahun-tahun, mengagumi hasilnya yang berkilau dan bebas kusut.
Dr. Gurveen Waraich baru-baru ini membagikan sebuah video di Instagram yang memperingatkan tentang pelurusan dan pengeritingan rambut.
“Pelurusan dan pengeritingan rambut bagaikan bunuh diri bagi rambut Anda yang mati rasa, dan saya bahkan tidak menyukainya,” ujar dokter kulit tersebut yang dikutip dari The Hindustan Times.
Video tersebut membuat netizen bingung dan khawatir apakah akan melanjutkan perawatan rambut kesayangan mereka.
Perawatan rebonding dan pelurusan yang dulunya merupakan perawatan salon paling populer untuk rambut halus dan lurus kini menjadi masalah kesehatan.
Ternyata, kehalusan yang bertahan lama tersebut merupakan hasil dari bahan kimia berbahaya yang dioleskan langsung ke rambut dan terkadang bahkan kulit kepala.
Perawatan rebonding biasanya menggunakan bahan kimia keras seperti formaldehida, keratin, dan zat alkali lainnya. Sementara perawatan pelurusan dapat menggunakan bahan kimia seperti keratin, asam amino, atau ekstrak tumbuhan.
"Rebonding rambut melibatkan penggunaan pelemas kimia yang memutus ikatan alami rambut untuk mengubah strukturnya," ujar Dr. DM Mahajan, konsultan senior dermatologi di Rumah Sakit Indraprastha Apollo.
Meskipun membuat rambut halus dan lurus, hal ini juga membahayakan integritas rambut. Bahan kimia yang digunakan dalam perawatan ini, terutama produk berbasis formaldehida, dapat melemahkan struktur protein rambut, yang menyebabkan kekeringan, kerapuhan, dan kerusakan.
“Seiring waktu, tekanan berulang ini dapat menyebabkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki, membuat rambut lebih rentan bercabang dan menipis,” ungkapnya.
Jika perawatan dilakukan terlalu sering atau tidak tepat, kerusakan kumulatif dapat bersifat permanen.(*)
(lam)