LANGIT7.ID, Makassar - Detik-Detik Panglima ABRI mendirikan masjid yang kini jadi ikon kota tercatat dalam sejarah. Rumah ibadah tersebut diberi nama Al Markaz Al Islami Makassar.
Masjid Al Markaz Al Islami merupakan rumah ibadah yang sangat populer di Makassar, termegah di kawasan timur Indonesia. Detik-detik Panglima ABRI Jenderal M Jusuf membangun masjid tersebut menjadi sejarah bagi warga di daerah tersebut.
Masjid Al Markaz Al Islami dirancang Ir Ahmad Nu'man, arsitek Muhamamdiyah yang dikenal sebagai Arsitek Seribu Masjid. Bangunannya terinspirasi dari bangunan Masjidil Haram di Mekkah dan
Masjid Nabawi di Madinah.
![Detik-Detik Panglima ABRI Dirikan Masjid yang Kini Jadi Ikon Kota]()
Namun, Nu'man merancang masjid ini dengan kekhasan Sulawesi Selatan dengan mendesai kubah kuncup segi empat yang mengambil ilham dari Masjid Katangka, Gowa masjid tertua di Sulawesi Selatan dan rumah Bugis-Makassar pada umumnya.
Baca Juga: Pesan Jusuf Kalla, Masjid Bisa Jadikan Ummat Islam KayaPembangunan Masjid Al Markaz Al Islami digagas oleh Andi Muhammad Jusuf Amir, seorang jenderal bintang empat. Idenya datang saat Panglima ABRI (sekarang TNI) era Presiden Soeharto ini menunaikan haji sekitar tahun 1989.
Muhammad Jusuf dikenal sebagai sosok panglima yang lembut kepada para prajuritnya serta berintegritas. Ia gemar blusukan ke barak-barak prajurit, melihat kesiapan pasukan dan kelaikan fasilitas militer.
Jenderal M Jusuf juga pernah menjabat sebagai Menteri Perindustrian pada periode 1964 sampai 1974 dan juga Ketua Badan Pemeriksa Keuangan pada 1983 sampai 1993.
![Detik-Detik Panglima ABRI Dirikan Masjid yang Kini Jadi Ikon Kota]()
Terkait pembangunan Masjid Al Markaz Al Islami sendiri mulai digagasnya ketika sudah tidak aktif menjabat. Kala itu Panglima ABRI Jenderal M Jusuf kerap menunaikan ibadah haji setiap tahun bersama keluarga dan tokoh nasional yang sering menemaninya yakni
Jusuf Kalla.
Dalam ziarah itulah, putra Kajuara, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan ini terkesima dengan perubahan yang terjadi di Mekkah. Salah satunya keindahan masjid yang berada di pinggir pantai Jeddah, Arab Saudi.
Baca Juga: Kisah Jenderal M Jusuf Bangun Masjid Al Markaz Al Islami MakassarSetelah melihat masjid tersebut, Jenderal Jusuf meminta Kalla melihat masjid tersebut, karena siapa tahu dapat diterapkan di Makassar.
"Dia bilang kau foto. Itu malam-malam, tengah malam itu," kata Jusuf Kalla dalam sebuah sesi wawancara bersama Ustadz Das'ad Latif pada Channel Youtube-nya, dikutip Kamis (1/9/2021).
Kemudian, saat melihat masjid di Madinah, Muhammad Jusuf juga ingin masjid yang seperti itu dibangun di Makassar. "Kemudian saya cek menaranya 85 meter, 'Kau bikin menaranya 84 meter'. Beliau minta kita rancang," kata Jusuf Kalla.
![Detik-Detik Panglima ABRI Dirikan Masjid yang Kini Jadi Ikon Kota]()
Jusuf Kalla memberi masukan bahwa masjid yang dicita-citakan Jenderal M Jusuf tersebut tidak cocok jika ingin dibangun di area pantai Makassar. Seperti masjid yang pernah dia lihat di Jeddah, Arab Saudi.
Akhirnya dipilihlah bekas kampus Unhas yang lama, di Baraya. Rencana pembangunan lalu dikomunikasikan dengan gubernur dan rektor. Pemerintah setuju dan mengupayakan tukar guling.
"Waktu itu Pak Palaguna untuk memberikan lahan dengan tukar guling. Membangun hutan-hutan kota atau empang-empang milik Pemda ditukar. Maka kemudian selesai soal tanah dibangun lah," tambah Kalla.
Untuk dana pembangunan masjid sendiri, kata JK (sapaannya), juga didapatkan dengan cara cukup sederhana. Total anggaran yang digunakan untuk membangun Masjid Al Markaz Al Islami sebesar Rp 11 miliar pada tahun 1994 dari sejumlah pengusaha yang bersedia membantu. Dana Rp11 miliar itu terkumpul dalam waktu setengah jam saja.
![Detik-Detik Panglima ABRI Dirikan Masjid yang Kini Jadi Ikon Kota]()
"Waktu itu tahun 1994, dananya Rp11 miliar. Kalau sekarang nilai uangnya mungkin Rp500 sampai Rp600 miliar lah. Kalau orang bangun begitu sekarang di Makassar mungkin nilainya Rp 300-400 miliar yang dibutuhkan. Tapi pada waktu itu kan ekonomi kita masih baik, masih inflasi tidak banyak."
Pembangunan Masjid Al Markaz Al Islami lalu ditenderkan agar kontraktor yang mengerjakan yakin bahwa dana pembangunan masjid itu memang sudah disiapkan tanpa ada masalah apa pun. Proses pembangunan Masjid Al Markaz Al Islami memakan waktu sebelas bulan.
Baca Juga: Ahmad Dahlan dan Hasyim Asyari bersahabat saat Nyantri BarengSelama pembangunan, Jenderal Muhammad Jusuf hanya datang ke lokasi dua kali saja untuk melakukan pemantauan. Selebihnya, hanya menelepon Kalla untuk mendapatkan informasi terkait progres pembangunan menara masjid tersebut.
"Kita bangun hanya 11 bulan, Pak Jusuf hanya dua kali ke Makassar. Tapi tiap dua hari telepon saya berapa tingginya menara. Dia bilang kita harus punya legacy (warisan)."
Jusuf Kalla menceritakan, pada awalnya masjid yang dibangun tersebut diberi nama Islamic Center. Tetapi, menurutnya nama itu tidak cocok. Jusuf Kalla lalu berkonsultasi ke Quraish shihab dan Nurchalis Madjid dan jadilah nama yang seperti sekarang ini.
![Detik-Detik Panglima ABRI Dirikan Masjid yang Kini Jadi Ikon Kota]()
"Markas itu sudah jadi bahasa Indonesia kan, (markaz) itu artinya pusat tentara. Islamic Center bahasa inggrisnya, artinya ini pusat pengembangan Islam lah."
Sejak akhir Desember 2005, melalui rapat pengurus Yayasan Islamic Center di Jakarta, disepakatilah nama Al Markaz Al lslami Jenderal M. Jusuf. Nama ini merupakan penghargaan terhadap Jenderal Muhammad Jusuf sebagai pencetus.
Namun, kala itu M Jusuf meminta kepada pengurus agar tidak menggunakan namanya, kecuali jika 'waktunya sudah tepat'. Maka para pengurus menafsirkan bahwa M Jusuf tidak menolak namun meminta penyematan nama tersebut dilakukan setelah beliau tiada.
Hingga kini nama Al Markaz Al Islami itu tetap dipertahankan dan akan dilengkapi dengan nama pencetus dan pendirinya, yakni Jenderal M Jusuf. Dengan demikian, masjid ini secara lengkap akan bernama Masjid Al- Markaz Al-Islami Jenderal M. Jusuf.
(bal)