LANGIT7.ID-Washington; Ribuan warga Amerika Serikat rela menantang udara dingin ekstrem untuk menyaksikan prosesi pelantikan Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat di Capital One Arena, Washington DC. Antusiasme masyarakat terlihat dari antrean panjang yang membentang hingga 5-7 blok, dengan beberapa pendukung bahkan sudah mulai mengantri sejak Minggu malam pukul 11.
Pelantikan yang awalnya direncanakan digelar di luar ruangan terpaksa dipindahkan ke dalam Capital One Arena karena cuaca ekstrem, dengan suhu udara mencapai 20 derajat Fahrenheit (sekitar -6 derajat Celcius). Keputusan pemindahan lokasi ini menjadi yang pertama dalam 40 tahun terakhir sejarah pelantikan presiden Amerika Serikat.
Baca juga:
Donald Trump Kembali ke Gedung Putih: Momen Bersejarah Pelantikan Presiden AS 2025Persiapan Keamanan dan Logistik yang KetatDemi kelancaran acara, Secret Service Amerika Serikat membuka dua titik pemeriksaan keamanan di persimpangan Jalan 4th dan H Street serta Jalan 9th dan G Street. Pemeriksaan dimulai sejak pukul 7 pagi waktu setempat. Pihak berwenang juga mengumumkan larangan membawa tas ke dalam arena, meski sebelumnya diizinkan dengan batasan ukuran tertentu.
Otoritas Washington DC mengimbau para pengunjung untuk menggunakan transportasi umum, khususnya layanan Metrorail dan Metrobus. Dilaporkan bahwa banyak warga menggunakan jalur Metro Silver Line untuk mencapai arena. Meski Capital One Arena hanya dapat menampung sekitar 20.000 pengunjung, banyak pendukung tetap antusias datang meski menyadari kemungkinan tidak bisa masuk ke dalam arena.
Trump Kembali dengan Pengalaman dan Tim yang BerbedaDonald Trump akan diambil sumpahnya oleh Ketua Mahkamah Agung John Roberts, sementara Wakil Presiden terpilih JD Vance akan dilantik oleh Hakim Agung Brett Kavanaugh. Menariknya, Vance merupakan mantan mahasiswa Kavanaugh saat mengikuti seminar hukum pada tahun 2011.
Berbeda dengan pelantikan pertamanya pada 2017 ketika Trump masuk sebagai presiden tanpa pengalaman politik atau militer sebelumnya, kali ini ia kembali ke Gedung Putih dengan pengalaman berharga dan tim yang berbeda. Selama empat tahun pertama kepemimpinannya, Trump telah belajar banyak tentang proses legislasi, hubungan dengan pemimpin dunia, dan memaksimalkan kekuatan jabatannya.
Dukungan politik Trump juga semakin kuat dengan kedua kamar Kongres kini dikuasai Partai Republik. Ia juga telah berhasil menempatkan para pendukungnya di Mahkamah Agung dan pengadilan federal di berbagai tingkatan. "Kami akan melakukan pekerjaan yang jauh lebih baik karena sekarang kami memiliki pengalaman yang luar biasa," ujar Trump dalam konferensi pers terbaru di resor Mar-a-Lago miliknya.
Meski beberapa pendukung mungkin tidak bisa menyaksikan langsung prosesi pelantikan karena keterbatasan kapasitas arena, mereka tetap bersemangat menunjukkan dukungannya. Seperti yang diungkapkan Joe Morse, warga New Jersey berusia 56 tahun yang berhasil mendapatkan tempat di lantai utama arena bersama putra-putranya, "Kami membutuhkan perubahan. Negara ini sedang bergerak ke arah yang salah dalam banyak hal, secara ekonomi, geopolitik, dan berbagai masalah sosial di dalam negeri."
(lam)