LANGIT7.ID - Hingga saat ini kejahatan di jalan dengan cara menyebar ranjau masih sering terjadi.
Bahkan, saat ini ranjau yang digunakan adalah model besi payung pipih yang membuat ban tubeless sekalipun akan bocor saat tertusuknya.
Pengguna kendaraan yang bannya adalah ban tubeless, saat terkena ranjau besi payung ini pasti akan kesulitan.
Sebab, lubang yang dihasilkan dari ranjau besi payung pada ban akan lebih besar daripada paku biasa. Jadi, otomatis ban tubeless akan menjadi lebih cepat bocor.
Karena itu, saat melewati jalan yang rawan dengan ranjau, pastikan untuk memperlambat laju kendaraannya. Usahakan kendaraan melaju dengan kecepatan antara 20 Km/jam hingga 40 Km/jam saja.
Sebab, saat kendaraan yang menginjak ranjau ini dan dipacu dengan cepat, maka butiran paku atau besi payung yang tersebar di jalan akan segera terangkat dan menancap di ban.
Lalu, paku yang telah yang awalnya lurus akan terdorong ke atas setelah paku yang ranjau ini dilindas oleh ban.
Cara lain untuk menghindari terkena ranjau paku maupun besi payung dijalan adalah dengan melihat seksama kondisi di jalananan.
Jika terlihat ada sesuatu yang mengkilap, baik itu saat siang hari maupun malam hari, sebaiknya hindari hal tersebut. Karena, bisa jadi sesuatu yang mengkilap tersebut adalah ranjau paku maupun besi payung.
Meskipun cara tersebut cukup efektif, namun pengendara juga harus lebih berhati-hati dan teliti.
Sebab, tak sedikit para pelaku penyebar ranjau ini telah merendam paku dan besi payung yang mereka sebar dengan cairan kimia.
Sehingga warnanya sudah tidak mengkilap lagi melainkan menjadi warna karat agar paku tidak terlihat saat disebar di jalan.(*)
(hbd)