LANGIT7-surabaya,- - Wakil Rois Aam PBNU KH Anwar Iskandar menyampaikan pesan tentang "Tiga Peran NU" dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke-102 NU yang diselenggarakan PWNU Jatim di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Jatim pada 24-25 Januari 2025.
"Tiga alasan yang melatarbelakangi para muassis/pendiri NU mendirikan NU adalah menjaga agama, membela negara dan melayani umat," katanya dalam keterangan tertulis dari panitia peringatan Harlah ke-102 NU, Sabtu (25/1/2025)
Didampingi Wakil Ketua Umum DR KH Zulfa Musthofa dalam pembukaan acara (24/1) itu, ia menjelaskan kalangan NU menjaga agama dengan tetap merujuk pada kitab-kitab salaf, meski pesantren NU juga mengakomodasi ilmu non-agama dengan mendirikan sekolah umum di lingkungan pesantren.
"Era modern itu maju dengan digital dan AI, tapi agama sebagai modal dasar agama jangan dilupakan, terutama kitab salaf. Al-muhafadhotu 'ala qodimis sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah (memelihara yang lama yang masih baik dan mengambil yang baru yang lebih baik)," katanya, mengutip prinsip NU.
Baca juga:
Pesantren Nurul Jadid Semarakkan Hari Lahir ke-102 NU dengan Pekan HarlahDalam acara yang juga dihadiri tokoh lintas agama dan pengurus NU se-Jatim itu, ia juga menyampaikan pesan tentang membela negara, karena NU selalu merangkul dan menjaga persatuan untuk mendukung kedaulatan negara dan kemajemukan bangsa, termasuk dengan tokoh lintas agama pun NU senantiasa memerankan diri sebagai jembatan untuk kebersamaan.
"Untuk peran melayani umat antara lain diperankan NU dengan pendidikan dan berbagai peran untuk kemaslahatan, seperti kesehatan, pertanian, dan sosial-kemasyarakatan," katanya.
Wakil Ketua Umum DR KH Zulfa Musthofa menegaskan bahwa tiga peran NU itulah yang membuat NU dalam usia ke-102 tahun ini menjadi ibarat pohon yang mengakar dengan akar yang menghunjam ke bawah dan cabang serta ranting yang menjulang ke atas, hingga saat ini ada banyak pengurus cabang istimewa (PCI) NU di luar negeri.
"Saya pernah ke PCI NU di Jepang yang punya banyak masjid. Kenapa NU bisa eksis?! Hal itu karena NU memosisikan seperti Rumah Bersama untuk seluruh rakyat Indonesia, baik Islam maupun non-Islam, bahkan saat saya hadir ke Halalbihalal NU di Sumba NTT, ternyata penjaga keamanan dari pemuda Katholik," katanya.
Oleh karena itu, katanya, NU dalam usia yang satu abad lebih harus tetap istiqomah dalam visi yang digariskan para ulama untuk menjadi maslahah bagi umat, negara, dan peradaban.
"Pemuda Katholik di NTT itu mengaku kami nyaman dengan NU, karena kami yang minoritas di Jawa selalu dijaga NU, jadi NU sebagai minoritas di sini juga kami jaga," katanya, mengutip ucapan Pemuda Katholik NTT.
Dalam acara yang juga dihadiri dzurriyah NU dari KH Wahab Hasbullah/ Jombang, KH Umar Burhan/Gresik, dan H Hasan Gipo/Surabaya itu, Zulfa Musthofa menambahkan setiap zaman ada tantangan yang berbeda, seperti tantangan NU Abad Kedua adalah zaman serba digital, sehingga surat/ administrasi pun sudah pakai "Digdaya" dan respons NU dalam persoalan kemasyarakatan juga harus cepat, agar indeks kepuasaan tidak turun.
(ori)