LANGIT7.ID-Jakarta; Hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada Selasa (28/1/2025) telah memicu kenaikan status siaga di sejumlah pos pantau dan mengakibatkan genangan di berbagai ruas jalan ibukota. Kondisi ini membuat aktivitas warga terganggu, terutama di wilayah Jakarta Utara yang paling terdampak.
Berdasarkan data BPBD DKI Jakarta, sembilan ruas jalan strategis di ibukota mengalami genangan dengan ketinggian bervariasi antara 10 hingga 30 sentimeter. Jakarta Utara menjadi wilayah yang paling terdampak dengan enam titik genangan, sementara Jakarta Barat memiliki dua titik, dan Jakarta Pusat satu titik.
Di tengah situasi ini, BPBD DKI Jakarta langsung mengambil langkah cepat dengan mengerahkan tim gabungan untuk menangani genangan. Koordinasi intensif dilakukan dengan berbagai instansi terkait, termasuk Dinas SDA, Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan air.
Kondisi Tinggi Muka Air di Pos PantauStatus siaga di sejumlah pos pemantauan air menunjukkan situasi yang perlu diwaspadai. Bendung Katulampa mencatatkan status Siaga 3 (Waspada) pada pukul 15.00 WIB, diikuti Pos Pantau Depok dengan status serupa pada pukul 19.00 WIB. Pos Pantau Pesanggrahan juga mencatat status Siaga 3 pada pukul 13.00 WIB. Sementara itu, Pos Pantau Sunter Hulu mengalami peningkatan status dari Siaga 3 menjadi Siaga 2 dalam rentang waktu satu jam, tepatnya antara pukul 17.00 hingga 18.00 WIB.
Detail Lokasi GenanganDi Jakarta Utara, enam titik genangan terjadi di Jalan Pluit Dalam, Kelurahan Penjaringan (25 cm), Jalan Mangga dan Jalan Keramat Raya di Kelurahan Tugu Utara (masing-masing 30 cm dan 15 cm), Jalan Boulevard Utara di Kelurahan Kelapa Gading Timur (10 cm), serta Jalan Yos Sudarso Raya dan Jalan Gaya Motor 1 di Kelurahan Sungai Bambu (20 cm dan 30 cm).
Sementara di Jakarta Barat, genangan melanda Jalan Kamal Raya di Kelurahan Cengkareng Barat (25 cm) dan Jalan Perumahan Green Garden di Kelurahan Kedoya Utara (20 cm). Jakarta Pusat mencatat satu titik genangan di Jalan KH Hasyim Ashari, Kelurahan Cideng, dengan ketinggian 30 centimeter.
Tim gabungan yang dikerahkan BPBD DKI Jakarta bekerja sama dengan lurah dan camat setempat fokus memastikan kelancaran aliran air melalui saluran drainase kota. Upaya ini mencakup pemeriksaan dan pembersihan tali-tali air untuk memperlancar proses surut genangan yang ditargetkan berlangsung secara cepat.
Masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi genangan yang masih mungkin terjadi. BPBD DKI Jakarta menyediakan layanan darurat 24 jam melalui nomor telepon 112 yang dapat dihubungi secara gratis untuk situasi darurat. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah provinsi dalam memberikan respons cepat terhadap kondisi banjir yang terjadi.
Kondisi cuaca ekstrem yang melanda Jakarta kali ini mengingatkan kembali pentingnya kesiapsiagaan menghadapi musim hujan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui berbagai instansinya terus berupaya optimal menangani situasi ini, sambil tetap mengandalkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan saluran air di lingkungan masing-masing.
(lam)