LANGIT7.ID-Jakarta; Honda Brio membuktikan ketangguhannya di pasar otomotif Indonesia. Per Februari 2025, harga mobil LCGC ini tidak mengalami perubahan dari bulan sebelumnya setelah penyesuaian harga terkait PPn 12%.
Data dari PT Honda Prospect Motor (HPM) menunjukkan, Honda Brio Satya tipe terendah masih dibanderol Rp 170,4 juta, sementara varian tertinggi Brio RS CVT tetap di angka Rp 258,2 juta. Stabilnya harga ini menjadi angin segar bagi konsumen yang mengincar mobil kompak dengan performa mumpuni.
Ketahanan harga Honda Brio di tengah penerapan PPn 12% ini semakin menarik mengingat mobil ini hadir dengan mesin bertenaga 88 dk yang responsif. Dapur pacu L12B 1.199 cc 4 silinder i-VTEC mampu menghasilkan torsi maksimal 110 Nm pada 4.800 rpm.
Pabrikan memberikan fleksibilitas kepada konsumen dengan menyediakan dua pilihan transmisi, yakni manual 5-percepatan dan CVT (Continuously Variable Transmission). Hal ini memungkinkan pembeli menyesuaikan dengan kebutuhan berkendara mereka.
Honda menghadirkan Brio dalam dua varian berbeda untuk menyasar segmen pasar yang berbeda. Brio Satya diposisikan sebagai mobil LCGC (Low Cost Green Car), sementara Brio RS ditujukan untuk segmen small hatchback dengan tampilan lebih sporty.
Perbedaan kedua varian tersebut terlihat jelas dari sisi eksterior, di mana Brio RS hadir dengan desain bumper yang lebih agresif, pelek berdesain sporty, serta bodykit yang menambah kesan dinamis.
Untuk harga lengkap Honda Brio per Februari 2025, varian Satya S MT dibanderol Rp 170,4 juta, Satya E MT Rp 185,5 juta, dan Satya E CVT Rp 202,5 juta. Sementara untuk varian RS, tipe MT dipasarkan seharga Rp 248,2 juta dan RS CVT Rp 258,2 juta.
Stabilnya harga Honda Brio ini menunjukkan komitmen HPM dalam mempertahankan daya saing produknya di segmen mobil kompak, sekaligus memberikan kepastian bagi konsumen di tengah dinamika kebijakan perpajakan terkini.
(lam)