LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan program pembangunan dan renovasi 3 juta rumah tetap berjalan meski menghadapi pemangkasan anggaran yang signifikan. Anggaran Kementerian PKP tahun 2025 mengalami penyesuaian dari Rp5,274 triliun menjadi Rp1,613 triliun, seiring terbitnya Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja APBN dan APBD.
"Efisiensi ini justru mendorong kami untuk lebih kreatif dalam menjalankan program. Sesuai arahan Presiden Prabowo, kami tetap optimis menghadapi situasi ini," ungkap Maruarar dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis (6/2/2025).
Dari total anggaran Rp1,613 triliun, sebesar Rp1,177 triliun dialokasikan untuk Program Perumahan dan Kawasan Permukiman. Sementara sisanya, Rp435,67 miliar, digunakan untuk Program Dukungan Manajemen.
Sebelumnya, Kementerian PKP telah melakukan efisiensi bertahap. Pagu awal sebesar Rp5,274 triliun pertama kali disesuaikan menjadi Rp3,661 triliun, sebelum akhirnya ditetapkan menjadi Rp1,613 triliun melalui kebijakan efisiensi APBN 2025.
Maruarar juga melaporkan capaian program perumahan tahun 2024. Dari target 139.489 unit, telah terealisasi 138.566 unit (99,34%) dengan realisasi anggaran mencapai Rp14,13 triliun. Sementara untuk pembiayaan perumahan, dari target 207.521 unit telah terealisasi 206.080 unit (99,31%) dengan penyerapan anggaran Rp30,97 triliun.
Kementerian PKP kini tengah menyiapkan usulan efisiensi pagu per Unit Eselon I yang akan disampaikan kepada Ditjen Anggaran Kementerian Keuangan sebelum 14 Februari 2025.
(lam)