LANGIT7.ID-Jakarta; Indonesia menegaskan komitmennya untuk mempertahankan diplomasi yang seimbang dengan negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Tiongkok di tengah meningkatnya ketegangan global. Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya pada World Governments Summit 2025 yang digelar secara daring, Kamis (13/2).
Sikap diplomasi seimbang ini semakin diperkuat dengan bergabungnya Indonesia dalam berbagai organisasi internasional strategis. Presiden Prabowo menyebutkan bahwa Indonesia aktif meningkatkan perannya di BRICS, OECD, CPTPP, dan Indo-Pacific Forum sebagai bentuk kemitraan global yang komprehensif.
"Kami berusaha untuk mendengarkan sebanyak yang kami katakan, menjalin kemitraan berdasarkan kepercayaan dan saling menghormati," tegas Presiden Prabowo yang menekankan pentingnya pendekatan diplomasi yang matang di tengah berbagai konflik global seperti di Ukraina, Gaza, dan Kongo Timur, dikutip Minggu (16/2/2025).
Langkah strategis Indonesia dalam mempertahankan diplomasi seimbang ini juga tercermin dari sikap tegas Indonesia yang mendukung solusi dua negara dalam konflik Israel-Palestina. Presiden Prabowo menyatakan dunia tidak bisa membiarkan siklus kekerasan terus berlanjut, mengingat krisis yang terjadi di berbagai wilayah mencerminkan terkikisnya stabilitas global secara lebih luas.
"Dunia tidak bisa membiarkan siklus kekerasan terus berlanjut. Krisis yang terjadi di Ukraina, Gaza, Kongo Timur, dan wilayah lain di Afrika mencerminkan terkikisnya stabilitas global secara lebih luas. Indonesia memahami bahwa retorika saja tidak cukup untuk menghadapi tantangan-tantangan ini," ujar Presiden Prabowo.
"Kita berada pada momen sulit dalam sejarah. Lanskap internasional berkembang pesat, ditandai dengan ketidakstabilan dan proteksionisme ekonomi. Jika kita tidak bertindak bijak, perubahan ini bisa menjadi tidak terkendali," tambahnya.
Dengan visi diplomasi aktif, Indonesia juga berkomitmen untuk terus menjadi jembatan antara dunia utara dan selatan, serta berkontribusi dalam menciptakan tatanan global yang lebih damai dan stabil. Namun, Presiden Prabowo menuturkan bahwa Indonesia harus tetap menjaga stabilitas dan kesejahteraan domestik.
"Kita harus mengerjakan pekerjaan rumah kita sendiri di dalam negeri. Pengaruh dan kemampuan kita untuk berkontribusi dalam stabilitas global saling berhubungan dengan kekuatan, ketahanan, dan kemajuan ekonomi, serta kesejahteraan sosial bangsa dan rakyat kita," tegasnya.
(lam)