LANGIT7.ID-, Jakarta - -
Indonesia Fashion Aesthetics (IFA) kembali hadir. Di tahun kedua penyelenggaraannya kali ini, IFA mengusung tema “The Precious”.
IFA merupakan sebuah wujud apresiasi terhadap pelaku fesyen dan pelaku industri estetik, yang digagas pada awal tahun 2024.
Hadir sebagai wadah perkumpulan pelaku
industri fesyen dan kecantikan atau estetika untuk mengembangkan potensi usahanya.
IFA terbentuk atas prakarsa para pendirinya, yaitu Okky Asokawati, Itang Yunasz,
Marini Zumarnis, Drg. Devya Linda, Rya Baraba, Dian Komalasari, Elma Theana, dan Ayu Dyah Andari.
Baca juga: Dukung Partisipasi Indonesia di New York Fashion Week, Menekraf: Perkuat Industri Mode Tanah Air“Saya bangga bisa berada dan menjadi bagian dari IFA. Industri fesyen Indonesia saat ini berkembang pesat dan butuh diapresiasi, salah satunya melalui wadah seperti IFA ini,” ujar Marini Zumarnis saat konferensi pers IFA di Hotel Intercontinental Pondok Indah, Jakarta, Senin (10/2/2025).
Marini melalui jenama mode miliknya, Mazu Label ikut ambil bagian dalam salah satu fashion parade IFA yang digelar di Intercontinental Hotel Pondok Indah.
Selain Marini, ada sederet desainer yang juga ikut serta dalam Fashion Parade IFA yang dibagi dalam dua sesi.
Parade Show 1: Itang Yunasz, Gita Orlin, Lia Afif, Fera Signature by Fera Ali, Unie by Reni Rahadian, Si.Se.Sa, Vivi Zubaedi.
Parade Show 2: Denny Wirawan, Zeta Prive, HSE by Efnie, Arabelle Scarf, Kursien Karzai, Indah Nada Puspita, Nabila Misha, Ayu Dyah Andari, Amapola by Paula Verhoeven,
ButtonScarves.
Baca juga: Ragam Gaya Modest Fashion dan Seni Dunia Tampil Apik di IstanbulEfnie, pemilik jenama mode HSE mengaku bangga dan senang, bisa turut ambil bagian pada IFA kali ini.
“Saya senang dan bangga karena di IFA ada banyak desainer idola saya, mentor saya dan kami di sini sama-sama berkarya. Saya merasa diapresiasi sebagai pejuang fesyen,” kata Efnie kepada Langit7.
(est)