LANGIT7.ID-Jakarta; Platform strategis baru akan hadir untuk memperkuat hubungan Indonesia-Inggris di berbagai sektor prioritas. Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) segera dibentuk sebagai wadah kolaborasi teknis dan praktis antara kedua negara.
Inisiatif pembentukan GKSB ini disampaikan langsung oleh British Group Inter-Parliamentary Union dalam pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada Selasa (18/2). Platform ini akan fokus mengakselerasi implementasi kerja sama di sektor-sektor kunci seperti ekonomi digital, energi, hingga pendidikan vokasi.
Pembentukan wadah khusus ini menjadi sangat strategis mengingat besarnya minat Inggris untuk memperluas jangkauan kerja sama dengan Indonesia, terutama di bidang pendidikan. GKSB akan memfasilitasi diskusi teknis untuk mengembangkan kolaborasi di sektor akademik dan pengembangan sumber daya manusia secara lebih terstruktur.
Kehadiran GKSB juga akan memperkuat tindak lanjut dari pertemuan tingkat tinggi antara Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri Inggris yang telah berlangsung pada November 2024 lalu. Platform ini diharapkan dapat mengakselerasi implementasi berbagai kesepakatan yang telah dibahas di tingkat pemerintahan.
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyambut baik inisiatif ini. "Pembentukan GKSB ini dianggap sebagai langkah penting untuk mengembangkan kerja sama lebih mendalam di berbagai bidang, terutama yang bersifat teknis dan praktis," ujar Airlangga dikutip dari akun Instagram resminya, Jumat (21/2/2025).
Airlangga juga menekankan bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah penjajakan kerja sama lebih lanjut di bidang pendidikan dan ekonomi. "Pemerintah Inggris menunjukkan minat yang besar untuk memperluas jangkauan pendidikan mereka di Indonesia," kata Airlangga.
Pertemuan antara Menko Perekonomian dengan British Group Inter-Parliamentary Union ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan kedua negara untuk terus mempererat hubungan bilateral. Melalui pembentukan GKSB, berbagai program kerja sama yang telah disepakati diharapkan dapat diimplementasikan secara lebih efektif dan terukur.
"Kita juga akan mengakselerasi implementasi berbagai kesepakatan yang telah dibahas di tingkat pemerintahan," tutur Menko Perekonomian, menegaskan komitmen Indonesia dalam memperkuat kerja sama bilateral dengan Inggris.
(lam)