LANGIT7.ID-Jakarta; Krim pemutih wajah ilegal yang mengandung merkuri masih marak beredar di pasaran menawarkan iming-iming kulit putih instan dengan harga yang murah. Padahal, penggunaan merkuri dalam produk kosmetik sangat berbahaya dan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius.
Merkuri, juga dikenal sebagai air raksa atau hydrargyrum, adalah elemen kimia dengan simbol Hg yang termasuk dalam golongan logam berat.
Bentuknya cair, berwarna keperakan, dan sangat beracun. Dalam krim pemutih pada kosmetik, merkuri digunakan karena kemampuannya menghambat produksi melanin, pigmen yang memberikan perubahan warna pada kulit.
Dengan menekan produksi melanin, merkuri dapat mengurangi hiperpigmentasi kulit dan membuat kulit tampak lebih putih dalam waktu singkat. Sangat menarik minat wanita yang ingin tampil putih secara instan.
Dalam jangka pendek, merkuri dapat berefek samping menyebabkan iritasi kulit yang ditandai dengan iritasi kulit kemerahan, rasa terbakar, serta munculnya reaksi alergi seperti gatal-gatal dan ruam.
Lantas bagaimana cara mengetahui kosmetik tetsebut mengandung merkuri atau tidak? Berikut ciri-cirinya;
• Cek label: Jika kandungan kosmetik terdapat Mercurous chloride, Mercury, Mercurio, Mercuric, Calomel, sebaiknya dihindari.
• Warna krim abu-abu: Krim merkuri seringkali memiliki warna yang mengkilap dan terlalu abu-abu atau krem.
• Tidak memiliki nomor BPOM: Krim ilegal biasanya tidak memiliki izin edar dari BPOM.
• Hasil terlalu instan: Krim merkuri menjanjikan hasil yang sangat cepat, seperti hilangkan kerutan wajah dan kulit putih dalam hitungan hari.
• Bau logam: Beberapa krim merkuri memiliki bau logam yang khas.
Pilihlah produk perawatan kulit dengan tepat dan pastikan produk tersebut aman dan terdaftar di BPOM.(*)
(lam)