LANGIT7.ID-, Surabaya- - Ramadhan menjadi kesempatan 84 santri Pondok Pesantren Lirboyo Kediri mengamalkan serta mempraktikkan ilmu yang didapat selama di pondok. Selama bulan puasa ini, para santri Lirboyo asal Nganjuk menggelar Safari Ramadhan di Kecamatan Wilangan.
Safari Ramadhan ini melibatkan Mahasantri Ma'had Aly Lirboyo semester 2 dan 4, serta siswa kelas 3 Madrasah Aliyah Hidayatul Mubtadiin. Kegiatan ini berlangsung mulai awal Ramadhan hingga 24 Ramadhan 1446 H.
“Safari Ramadhan ini dirancang untuk menumbuhkan pemahaman bagi santri dalam meningkatkan kualitas keilmuan teori dan praktek, serta menjaga dan mempertahankan ajaran ahlussunnah Wal jamaah dalam kehidupan bermasyarakat," ungkap Ketua Umum Panitia Safari Ramadhan Lembaga Ittihadul Muballighin (LIM) Cabang Nganjuk, Muhammad Sathibi.
Selama periode safari Ramadhan, para santri melaksanakan berbagai kegiatan harian yang bermanfaat untuk masyarakat. Setiap hari, mereka mengisi waktu dengan kuliah tujuh menit (kultum) dan kuliah subuh (kulsub) yang bertujuan memberikan pencerahan bagi jamaah.
Baca juga:
Dakwah di Jepang, Guru Besar UIN KHAS Jember Prof Noor Harisudin Ajak Muslim Tak Sia-siakan Ramadhan Selain itu, mereka juga turut mengajar di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) dan Madrasah Diniyah (Madin) untuk menambah ilmu agama masyarakat, serta mengadakan pengajian umum dan tadarus bersama.
“Para santri nantinya juga terlibat langsung dalam pelaksanaan ibadah dengan menjadi imam shalat lima waktu dan tarawih, bilal tarawih, serta adzan di berbagai masjid dan mushala yang ada di wilayah Kecamatan Wilangan,” sambung Shatibi.
Dalam safari Ramadhan kali ini, lanjut Shatibi, juga tersedia berbagai seminar yang untuk memperkaya wawasan keagamaan masyarakat. Seminar-seminar ini dirancang untuk membahas berbagai aspek penting dalam kehidupan beragama.
Di antaranya, ada seminar keperempuanan yang bekerja sama dengan Muslimat NU, Fatayat NU, IPPNU, dan banom NU lainnya. Seminar lainnya meliputi tema-tema tentang ubudiyah, Aswaja, zakat, serta merawat jenazah.
“Para santri juga untuk diundang di sekolah-sekolah formal untuk mengisi kegiatan Pondok Ramadhan dan sebagainya,” ujar Shatibi.
Ketua Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal) Nganjuk, KH M Ali Zainal Abidin, berharap kepada para delegasi safari Ramadhan supaya lebih tekun dalam menimba ilmu. Dirinya berharap kegiatan safari Ramadhan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pemahaman agama, tetapi juga untuk mempererat hubungan antara pesantren dan masyarakat.
"Kelak saat santri terjun ke masyarakat mereka siap menghadapinya dengan ilmu yang sudah dikuasai. Seperti perkataan KH Anwar Manshur, praumu dandano seng apik sebab segoro iku ombo banget (Persiapkan kapalmu mennghadapi lautan yang sangat luas),” pungkasnya.
(ori)