LANGIT7.ID, Jakarta - Dalil
dzikir selepas shalat mengenai bolehnya dikeraskan atau dibaca lirih tentu sama-sama kuat. Ummat Islam bisa berpegang pada kedua landasan hukum tersebut.
Keutamaan memperbanyak dzikir setelah shalat menjadi amalan penghapus dosa dan mempercepat terkabulnya doa. Namun banyak yang mempertanyakan dalil dzikir selepas shalat ini perlu dikeraskan atau dibaca liri.
Dzikir setelah sahalat bisa dilakukan secara berjamaah ataupun sendiri-sendiri. Banyak dalil-dalil dalam hadits maupun Alquran tentang keutamaan dzikir berjamaah maupun sendiri-sendiri.
Baca Juga: Kedahsyatan Dzikir Ya Hayyu Ya Qayyum, Doa saat Hadapi KesulitanDalam sebuah hadits Qudsi riwayat Bukhari Muslilm, Rasulullah bersabda: "Allah berfirman, 'Aku kuasa untuk berbuat seperti harapan hambaku terhadapku, dan aku senantiasa menjaganya dan memberinya taufiq serta pertolongan kepadanya jika ia menyebut namaku."
Jika ia menyebut namaku dengan lirih Aku akan memberinya pahala dan rahmat dengan sembunyi-sembunyi, dan jika ia menyebutku secara berjamaah atau dengan suara keras maka aku akan menyebutnya di kalangan malaikat yang mulia'."
Dzikir berjamaah setelah shalat juga pernah dicontohkan Rasulullah dan dilakukan para sahabat. Sebagaimana dituturkan Ibnu Abbas dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari-Muslim.
"Sesungguhnya meninggikan mengeraskan suara dalam berdzikir ketika selesai shalat fardhu adalah biasa dilakukan pada zaman Nabi SAW. Kata Ibnu Abbas: Aku mengetahui bahwa mereka telah selesai shalat karena mendengar suara Berdzikir yang keras itu."
Mengeraskan bacaan dzikir setelah shalat dapat memberikan pembelajaran bagi makmum tentang bacaan-bacaan dzikir setelah shalat. Selain itu, mengeraskan dzikir setelkah shalat dapat mendorong jamaah untuk senantiasa membiaskan dzikir setelah shalat.
Adapun mengenai dzikir sendiri-sendiri secara senyap juga bisa dilakukan merujuk pada Al Quran surat Al'araf ayat 205. Keutamaan dzikir sendiri-sendiri dapat membuat hati lebih khusyuk dan memaknai lebih mendalam bacaan dzikir.
Dalam ayat tersebut, Allah berfirman, "Dan sebutlah (nama) Tuhannmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai."
Imam Muslim dari Abu Musa, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Hai manusia, kecilkan suaramu, sebab kamu tidak menyeru kepada orang yang tuli da jauh, melainkan kamu menyeru kepada Yang Maha Mendengar lagi Maha Dekat dan Dia bersamamu."
(bal)