LANGIT7.ID-Jakarta; Kondisi cuaca ekstrem di daerah pegunungan tinggi menghadirkan risiko hipotermia bagi orang-orang yang melakukan pendakian.
Dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) dr. Faisal Parlindungan Sp.PD menyampaikan bahwa kondisi hipotermia terjadi karena suhu tubuh menurun menjadi di bawah 35 derajat Celsius akibat paparan suhu dingin dalam waktu lama.
Baca juga: Para Pendaki Harus Waspada AMS dan Hipotermia saat MendakiGejala hipotermia bervariasi tergantung pada tingkat keparahannya. Gejala hipotermia ringan (suhu tubuh 32-35°C), menurut dia, antara lain tubuh menggigil, kulit pucat dan dingin, bicara melambat atau cadel, serta denyut jantung dan pernapasan sedikit meningkat. Orang yang mengalami hipotermia ringan juga bisa mengalami kebingungan ringan dan kesulitan berkonsentrasi.
Orang yang mengalami kondisi hipotermia sedang (suhu 28-32°C), menurut dia, menggigilnya bisa mulai berkurang atau berhenti karena tubuh kehilangan kemampuan menghasilkan panas.
Tanda kondisi hipotermia sedang lainnya adalah denyut nadi dan pernapasan melambat, kelemahan otot, koordinasi buruk, kesulitan berjalan, disorientasi, kebingungan, bicara tidak jelas, tidak responsif, dan menunjukkan perilaku aneh seperti melepas pakaian meskipun kedinginan.
Orang dengan kondisi hipotermia berat (suhu kurang dari 28°C), menurut dokter Faisal, biasanya tidak sadarkan diri dan mengalami gangguan irama jantung.
"Pernapasan dan denyut jantung sangat lambat atau sulit dideteksi dan pupil melebar dan tidak bereaksi terhadap cahaya," katanya.
Orang yang mengalami hipotermia pakaiannya basah, maka sebaiknya segera diganti dengan pakaian yang kering. Selimut darurat dapat membantu menahan panas tubuh dan kompres hangat bisa digunakan untuk menghangatkan kembali tubuh penderita hipotermia.
Apabila orang yang mengalami hipotermia masih dalam keadaan sadar, ia melanjutkan, makanan tinggi kalori dan minuman hangat non-alkohol dan non-kafein bisa diberikan untuk membantu menghangatkan kembali tubuhnya. Setelah upaya untuk membantu menghangatkan kembali tubuh dilakukan, disarankan kondisi penderita hipotermia diperiksa untuk mengetahui apakah suhu tubuhnya sudah kembali ke kisaran normal (36-37°C).(*)
(lam)