LANGIT7.ID-, Jakarta - - Musisi dan penyair
Fiersa Besari akhirnya buka suara atas tragedi di
Puncak Carstensz atau Puncak Jaya di Kabupaten Mimika, Papua Tengah yang menyebabkan dua pendaki wanita, Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono
meninggal dunia.
Fiersa mengungkapkan kondisi pendakian yang disebutnya berbeda dengan gunung di Indonesia pada umumnya. Kondisi ini, kata Fiersa, mewajibkan pendaki memiliki skill khusus.
Baca juga: Dua Pendaki Wanita Meninggal di Puncak Carstensz, Fiersa Besari Selamat"Carstensz Pyramid berbeda dengan gunung di Indonesia pada umumnya. Medan tebing curam dengan ketinggian 600-an meter
(basecamp YV 4200-an MDPL - Puncak Jaya 4384 MDPL), mewajibkan kita untuk lancar menggunakan alat-alat tali untuk naik dan turun (
asecending dan rapelling) sebagai
safety procedure," kata Fiersa di laman Instagram, Senin (3/3/2025).
Menurut Fiersa, di ketinggian di atas 4000 MDPL, terlebih dalam kondisi cuaca buruk setiap pendaki tidak boleh berdiam lama karena rentan terkena hipotermia.
"Sebagai catatan, di ketinggian di atas 4000-an MDPL, apalagi dalam cuaca buruk, kita memang tidak boleh berdiam terlalu lama, sebab rentan terkena
hipotermia," tambah Fiersa.
Elsa Laksono dan Lilie Wijayanti Poegiono meninggal dunia pada Sabtu (1/3/2025) di Gunung Carstensz akibat hipotermia.
Dalam akun Instagram operator pendakian, @indonesiaexpeditions, disebutkan dua pendaki wanita itu meninggal dalam perjalanan turun dari puncak Carstensz.
Baca juga: Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Cianjur Kembali DibukaTragedi tersebut diduga dipicu cuaca buruk dan terlalu lama di puncak gunung.
Lilie Wijayanti dan Elsa Laksono merupakan pendaki wanita berusia 60 tahun. Lilie Wijayanti berprofesi sebagai perancang busana di Bandung, sementara Elsa Laksono adalah dokter gigi di Jakarta.
(est)