LANGIT7.ID-Jakarta; Melakukan manikur gel atau akrilik yang dilakukan secara terus-menerus dapat merusak kuku asli dan dapat menyebabkan penipisan kuku.
Melansir dari laman Glamour UK, dokter kulit spesialis kesehatan kuku Dana Stern mengatakan sangat penting untuk merawat kuku dan kutikula dan berhenti terlalu sering melakukan perawatan tambahan.
"Kiat utama lainnya? Jaga agar kuku asli Anda tetap pendek. Kuku pendek tidak mudah patah dan tersangkut," ujarnya
Menurut Dr. Stern, ada dua kategori kerusakan kuku. Pertama adalah faktor-faktor yang sulit dikendalikan seperti genetika, penuaan, dan kondisi medis tertentu.
Kategori kedua, dan yang lebih umum, terdiri atas faktor lingkungan yang lebih mudah dikendalikan, termasuk manikur, tetapi juga menggunakan kuku sebagai alat untuk membuka sesuatu, memaparkannya pada bahan kimia seperti cat dan produk pembersih, merendamnya dalam air untuk jangka waktu yang lama seperti saat mencuci piring, atau pengikir yang tidak tepat.
Dia menyarankan untuk mengenakan sarung tangan saat mencuci piring, bekerja dengan air, atau melakukan pekerjaan manual.
"Kuku sangat menyerap air, bahkan lebih dari kulit. Saat kuku menyerap air, hal itu memberi tekanan luar biasa pada sel-sel kuku, atau onikosit (sel yang membentuk lempeng kuku) yang dapat menyebabkan pengelupasan, kerusakan, dan pelemahan," jelasnya.
Sementara itu pakar perawatan kulit Absolute Collagen, Dr. Sophie Shotter, mengatakan sangat penting juga untuk mengenakan sarung tangan saat cuaca dingin guna melindungi kulit dari angin kencang dan suhu rendah, karena kuku secara alami menjadi lebih rapuh saat cuaca dingin.
"Pastikan juga mengenakan sarung tangan saat membersihkan atau berkebun untuk mencegah kekeringan dan iritasi akibat bahan kimia keras atau air panas," ujarnya.(*)
(lam)