LANGIT7.ID-Jakarta; Honda menerapkan pendekatan unik 'cek ombak' dalam memasuki pasar mobil listrik Indonesia dengan menawarkan Honda e:N1 hanya melalui skema sewa. Meski memiliki target elektrifikasi 100% pada 2040 secara global, di Indonesia Honda memilih langkah bertahap dan penuh kehati-hatian.
Langkah Honda meluncurkan Honda e:N1 sebagai kendaraan elektrifikasi pertamanya di Indonesia tidak diikuti dengan penjualan langsung, melainkan dengan skema sewa senilai Rp22 juta per bulan untuk kontrak lima tahun. Strategi ini memperlihatkan kehati-hatian Honda dalam menilai respons pasar tanpa terburu-buru memasarkan produk secara massal.
Yusak Billy, Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor, menegaskan Honda tidak mengumumkan harga jual untuk Honda e:N1, fokusnya ada pada skema sewa yang ditawarkan. "Kami tidak mengumumkan harga jual, hanya sewa sebesar Rp22 juta sebulan selama lima tahun. Tapi kalau di tengah jalan ingin (membeli), bisa berdiskusi dengan mitra bisnis kami," ujarnya, dikutip Rabu (12/3/2025).
Pendekatan ini tampaknya juga memperhitungkan kondisi regulasi pemerintah terkait mobil listrik yang masih terus berkembang. Honda tidak ingin mengalami nasib seperti beberapa merek dari Korea Selatan yang harus bekerja ekstra keras menyesuaikan strategi bisnis akibat perubahan regulasi yang cepat.
Honda e:N1 sendiri adalah bagian dari ekosistem Honda Electrified Experience yang diluncurkan di IIMS 2025. Mobil listrik ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 500 km dalam sekali pengisian dan dilengkapi teknologi pengisian daya cepat, menawarkan solusi mobilitas praktis dan efisien bagi konsumen Indonesia.
Sebelum terjun sepenuhnya ke pasar mobil listrik, Honda telah memperkenalkan teknologi hybrid e:HEV melalui Honda CR-V e:HEV dan Honda Accord e:HEV sebagai bagian dari strategi elektrifikasi bertahap. Bahkan pada 2025, Honda berencana memperluas portofolio dengan memproduksi model hybrid secara lokal di Indonesia.
Untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik, Honda juga memperkuat infrastruktur dengan menghadirkan fasilitas BEV di enam kota besar Indonesia: Jakarta, Cikarang, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Samarinda. Fasilitas ini mencakup charging station, unit display, dan peralatan khusus untuk perbaikan kendaraan listrik.
Sebagai bentuk komitmen terhadap konsumen, Honda memberikan dukungan purna jual komprehensif, termasuk garansi sistem EV dan baterai bertegangan tinggi hingga 8 tahun/160.000 km, layanan perawatan berkala gratis hingga 5 tahun/100.000 km, serta layanan darurat 24 jam selama 5 tahun.
Dengan hanya mengalokasikan 300 unit Honda e:N1 untuk pasar Indonesia, Honda memang sedang menguji respons konsumen sebelum memutuskan langkah bisnis berikutnya di segmen kendaraan listrik. Strategi ini mencerminkan pendekatan bisnis yang matang dan kalkulatif dari pabrikan Jepang tersebut dalam menghadapi transisi ke era mobilitas ramah lingkungan.
(lam)