LANGIT7.ID-Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah menyemai 12 ton garam (NaCl) di langit Jakarta dalam kegiatan operasi modifikasi cuaca yang dilakukan.
Operasi yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta berkolobrasi dengan BKMG, TNI AU, dan PT Rekayasa Atmosphere Indonesia ini menjadi upaya mengantisipasi hujan lebat.
Ketua Subkelompok Logistik dan Peralatan BPBD DKI sekaligus juru bicara Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Jakarta 2025, Michael Sitanggang mengatakan total penggunaan bahan semai mencapai 12 ton dengan waktu terbang kumulatif selama 31 jam 30 menit.
"Tercatat sebanyak 15 kali sorti penyemaian garam sudah dilakukan," katanya, dikutip dari Antara, Senin (17/3/2025)
Pada Minggu kemarin dilakukan tiga sorti penyemaian 2,4 ton bahan semai higroskopis (menyerap molekul air) dengan total durasi penerbangan mencapai 5 jam 40 menit.
Lokasi penyemaian meliputi area Kabupaten Pandeglang dan Serang untuk sorti pertama.
Lalu, wilayah Barat Daya Pandeglang, Banten, Lebak, dan Perairan Selat Sunda untuk sorti kedua. Serta, area Barat Daya Pandeglang, Kabupaten Lebak, dan Perairan Selat Sunda untuk sorti ketiga.
“Kami terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau perkembangan cuaca demi memastikan kota Jakarta terhindar dari bencana hidrometeorologi selama pelaksanaan OMC,” ujar Michael.
OMC hari keenam terhitung sejak 11 Maret lalu, dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten mengalami hujan dengan intensitas bervariasi, mulai dari ringan, sedang, hingga lebat. (*)
(hbd)