LANGIT7.ID, Jakarta - Kisah ketika sahabat Abu Hurairah mendapat pelajaran dari setan tercantum dalam hadist shahih. Setan memberi tahu secara langsung apa yang menjadi kelemahannya.
Dalam hadist shahih Bukhari disebutkan kisat ketika sahabat Abu Hurairah mendapat pelajaran dari setan bermula saat Rasulullah memintanya menjaga barang-barang zakat Ramadhan atau zakat fitrah.
Lalu ada seseorang yang datang, menumpahkan makanan dan mengambilnya. Saat itu Abu Hurairah mengatakan, "Demi Allah, aku benar-benar akan mengadukanmu pada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam."
Namun orang tersebut memelas. Dia mengatakan bahwa sedang dalam keadaan butuh dan memiliki keluarga, sehingga orang ini memohon agar jangan ditangkap. Akhirnya dia pun dilepaskan karena rasa kasihan Abu Hurairah.
Lantas di pagi hari, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bertanya: "Wahai Abu Hurairah, apa yang dilakukan oleh tawananmu semalam?"
Dia pun menjawab, "Wahai Rasulullah, dia (orang itu) mengadukan bahwa dia dalam keadaan butuh dan juga punya keluarga. Oleh karena itu, aku begitu kasihan padanya sehingga aku melepaskannya."
Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Dia telah berdusta padamu dan dia akan kembali lagi." Abu Hurairah yang tahu orang tersebut akan kembali, dia lantas berjaga-jaga. Ternyata benar, orang itu kembali lagi.
Tapi kisahnya sama seperti saat sebelumnya. Orang tersebut memohon belas kasihan hingga akhirnya dilepaskan oleh Abu Hurairah. Ketika diadukan kembali, Nabi menyebut bahwa orang ini akan kembali lagi.
Pada hari ketiga, Abu Hurairah kembali mendapati orang tersebut. Namun kali ini dia bertekad tak mau begitu saja melepaskannya. Namun orang itu berkata lain.
"Biarkan aku. Aku akan mengajari suatu kalimat yang akan bermanfaat untukmu." Abu Hurairah bertanya, "Apa itu?" Ia pun menjawab, "Jika engkau hendak tidur di ranjangmu, bacalah ayat kursi 'Allahu laa ilaha illa huwal hayyul qoyyum …' hingga engkau menyelesaikan ayat tersebut."
Dia lalu menjelaskannya, faedahnya Allah akan menjaganya dan setan tidak akan mendekat hingga pagi hari. Abu Hurairah kemudian melepaskannya untuk yang ketiga kalinya berkat pelajaran ilmu tersebut.
Ketika ditanya oleh Nabi, Abu Hurairah menjawab, "Wahai Rasulullah, ia mengaku bahwa ia mengajarkan suatu kalimat yang Allah beri manfaat padaku jika membacanya. Sehingga aku pun melepaskan dirinya."
Nabi shallallahu alaihi wa sallam bertanya, "Apa kalimat tersebut?" Abu Hurairah menjawab, "Ia mengatakan padaku, jika aku hendak pergi tidur di ranjang, hendaklah membaca ayat kursi hingga selesai."
Nabi shallallahu alaihi wa sallam pun bersabda, "Adapun dia kala itu berkata benar, namun asalnya dia pendusta. Engkau tahu siapa yang bercakap denganmu sampai tiga malam itu, wahai Abu Hurairah?" "Tidak", jawab Abu Hurairah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, "Dia adalah setan."
(bal)