LANGIT7.ID-Seperti kelapa, semakin tua banyak santannya, inilah yang terjadi pada sosok Novak Djokovic.
Bukannya menurun di usia 37 tahun, Djokovic malah tetap menggila dan memecahkan rekor baru berupa kemenangan terbanyak di ajang ATP Masters 1000.
Petenis Serbia ini meraih rekor kemenangan ke-411 di pertandingan ATP Masters 1000 saat sukses mengalahkan Camilo Ugo Carabelli di Miami Open, Minggu (23/3) waktu setempat atau Senin wib.
Ada sejumlah fakta menarik di balik kemenangan tersebut. Apa saja?
1.Pecahkan rekor Rafael Nadal Kemenangannya ini sekaligus memecahkan rekor petenis Spanyol Rafael Nadal.
Petenis kelahiran 1987 itu memasuki turnamen dengan bekal 409 kemenangan di Masters 1000, hanya tertinggal satu kemenangan dari rival Nadal.
"Saya merasa terhormat bisa mencapai tonggak sejarah lainnya, memecahkan rekor lainnya," kata Djokovic usai laga, seperti disiarkan ATP, Senin.
"Selalu ada sesuatu yang dipertaruhkan setiap kali saya bermain, dan tentu saja itu memotivasi saya untuk tampil baik di turnamen."
2.Rekor yang ditunggu selama 20 tahun Kemenangan ke-411 Djokovic terjadi hampir 20 tahun setelah kemenangan pertamanya di ajang Masters 1000.
Mantan petenis peringkat satu dunia itu meraih kemenangan pertamanya pada level tersebut di Paris pada 2005, saat ia mengalahkan Victor Hanescu.
Petenis berusia 37 tahun itu telah mengklaim rekor 40 gelar Masters 1000, dengan gelar pertamanya diraih di Miami pada 2007.
Pada 2018, ia menjadi petenis pertama dan satu-satunya yang memenangi sembilan ajang Masters 1000. Pada tahun 2020, ia memenangi setiap turnamen setidaknya dua kali.
3. Statistik Djokovic kini jadi 411-91 Dikutip dari Antara, Djokovic kini memiliki catatan 411-91 di ajang Masters 1000, menurut Indeks Menang/Kalah ATP. Persentase kemenangannya sebesar 81,9 persen, hanya sedikit di bawah Nadal yang meraih 82 persen (410-90) sebagai yang terbaik dalam sejarah. Tidak ada pemain lain yang memenangi lebih dari 80 persen pertandingan Masters 1000-nya.
4. Mengejar rekor gelar Miami ketujuh Dua pekan ini di Miami, Djokovic mengejar rekor gelar Miami ketujuh dan gelar Masters 1000 pertamanya sejak 2023 saat ia menang di Paris.
5. Level permainan yang sempurna Pada laga melawan Carabelli, Djokovic melaju melewati set pertama dalam pertemuan pertamanya dengan Carabelli dengan mengambil kendali penuh. Namun, Carabelli asal Argentina berusaha keras untuk segera merebut kembali break dan bertahan dengan kuat di balik servis untuk memaksakan tie-break.
Carabelli tidak bisa berbuat banyak untuk bertahan di tie-break, karena peraih 99 gelar level tur Djokovic meningkatkan levelnya untuk menyelesaikan kemenangannya selama satu jam 45 menit.
Djokovic menyelesaikan pertandingan setelah memenangi 80 persen (39/49) poin di balik servis pertamanya, menurut statistik ATP.
"Saya memulai dengan sangat baik, 6-1, sangat mirip dengan pertandingan pertama dua hari lalu," kata Djokovic.
"Hal-hal menjadi rumit di set kedua. Saya mematahkan servisnya, dia mematahkan servis saya lagi, dan kemudian kami saling berhadapan. Saya memiliki beberapa peluang pada kedudukan 4-4 tetapi saya pikir adil untuk membawa set kedua ke tie-break."
"Kemudian, seperti dua hari yang lalu, tie-break yang sempurna. Servis yang hebat ketika saya membutuhkannya, dan secara keseluruhan saya senang bisa menang," ujar peraih 24 gelar Grand Slam itu
.(*)(hbd)