Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 10 Mei 2026
home wirausaha syariah detail berita

Fokus Dorong Digitalisasi Pasar, BSI Genjot Layanan QRIS dan EDC untuk UMKM

nabil Ahad, 13 April 2025 - 14:26 WIB
Fokus Dorong Digitalisasi Pasar, BSI Genjot Layanan QRIS dan EDC untuk UMKM
LANGIT7.ID-Jakarta; PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) semakin agresif mempercepat digitalisasi transaksi di pasar tradisional sebagai bagian dari strategi mendorong inklusi keuangan syariah, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah ini diwujudkan melalui penguatan layanan perbankan berbasis digital seperti QRIS, EDC, dan Agen BSI di lingkungan pasar.

Direktur Distribution & Sales BSI, Anton Sukarna, mengatakan bahwa penguatan ekosistem digital di pasar tradisional menjadi fokus utama perseroan. Menurutnya, pasar memiliki peran penting sebagai pusat perputaran ekonomi masyarakat, terutama bagi UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

“Saat ini BSI menyasar pasar untuk membangun ekosistem halal yang nantinya akan terhubung dari hulu hingga hilir mulai produksi hingga penjualan di pasar. Pasar menjadi salah satu pusat ekonomi daerah untuk mendorong peningkatan ekonomi. Pasar Beringharjo, Yogyakarta menjadi yang pertama sebagai wujud ekosistem pasar, mengingat Yogyakarta sebagai kota wisata dan menjadi destinasi wisata nasional,” ujarnya dalam keterangan, dikutip Minggu (13/4/2025).

Salah satu langkah nyata BSI adalah pengembangan ekosistem pasar berbasis syariah di Pasar Beringharjo, Yogyakarta. Lokasi ini dipilih karena statusnya sebagai pusat wisata nasional sekaligus kawasan perdagangan rakyat yang padat aktivitas ekonomi.

Anton lanjut menjelaskan, ada beberapa potensi layanan perbankan syariah dari BSI yang akan terus dikembangkan di pasar. Di antaranya BSI Agen, QRIS dan EDC. Hal ini bertujuan pula mendorong transaksi keuangan syariah digital agar masyarakat lebih aman, cepat dan mudah dalam bertransaksi.

Dengan demikian, kata Anton, inklusi pun akan meningkat seiring dengan semakin luasnya akses layanan yang bisa digunakan seluruh segmen nasabah. Ditambah lagi minat dan preferensi masyarakat terhadap layanan jasa keuangan dan perbankan syariah.

“Kami akan optimalkan potensi transaksi melalui BSI Agen, QRIS dan EDC untuk digitalisasi transaksi di pasar. Selain itu juga BSI terus mengedukasi investasi emas bagi pedagang dan wirausaha, serta pembiayaan untuk perputaran modal usaha sesuai segmen yakni mikro, maupun kecil dan menengah,” kata Anton.

Di Yogyakarta sendiri, adopsi layanan digital BSI di kalangan UMKM menunjukkan tren positif. Tercatat, hingga Maret 2025, jumlah merchant QRIS BSI di wilayah ini telah mencapai sekitar 21.000 merchant, dengan total transaksi senilai Rp16,3 miliar. Rata-rata, tiap merchant mencatat lebih dari 3.500 transaksi.

Sementara itu, total nasabah wirausaha di wilayah tersebut mencapai 4.545 nasabah, didominasi oleh pedagang besar, eceran, usaha makanan dan minuman, hingga pengrajin seni dan budaya.

“Segmen usaha didominasi oleh pedagang besar dan eceran, wirausaha makanan dan minuman, sosial budaya dan kerajinan,” imbuhnya.

Anton menambahkan, melalui pemberdayaan klaster pasar diharapkan inklusi jasa keuangan dan perbankan syariah di tataran pelaku ekonomi akar rumput semakin tumbuh dan kian kuat. Hal tersebut sejalan dengan upaya BSI menjadikan ekonomi syariah sebagai salah satu katalis pembangunan ekonomi nasional.

“Kita semua tahu bahwa pelaku UMKM termasuk yang masuk ekosistem pasar itu adalah tulang punggung ekonomi nasional. Oleh karena itu harus dijaga secara berkelanjutan, salah satunya melalui pemberdayaan ekonomi syariah,” pungkasnya.

Langkah BSI ini sejalan dengan upaya mendorong kontribusi UMKM yang saat ini memegang peranan vital dalam perekonomian Indonesia. Data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyebutkan, UMKM menyumbang 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap hampir 97% tenaga kerja di Tanah Air.

Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI juga mencatat penyaluran pembiayaan ke sektor UMKM sebesar Rp52,09 triliun hingga Februari 2025, tumbuh 12,69% secara tahunan. Total pembiayaan tersebut telah disalurkan kepada lebih dari 360 ribu nasabah UMKM di seluruh Indonesia.

Tidak hanya itu, Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) BSI telah mencapai Rp97,45 triliun atau 34,58%, melampaui target regulator.

Selain itu, untuk mendorong transaksi ritel secara digital perseroan juga memacu pertumbuhan EDC, dan QRIS BSI. Hingga 2024, total merchant QRIS BSI di seluruh Indonesia mencapai 448.000 dengan jumlah transaksi mencapai 42,9 juta transaksi dan nilai transaksi Rp3,5 triliun. Sedangkan merchant EDC BSI mencapai 13.000 dengan jumlah transaksi pada periode tersebut mencapai 1,3 juta transaksi. Adapun nilai atau volume transaksinya sebesar Rp551 miliar.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 10 Mei 2026
Imsak
04:25
Shubuh
04:35
Dhuhur
11:53
Ashar
15:13
Maghrib
17:48
Isya
18:59
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)