BSI sukses menuntaskan transformasi IT terbesar, meningkatkan efisiensi hingga 80 persen, memperkuat layanan digital, dan membidik 40 juta nasabah pada 2030.
BSI mengapresiasi penempatan SAL oleh pemerintah karena memperkuat likuiditas perbankan, memperluas pembiayaan produktif, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
BSI dan APPI menjalin kerja sama strategis membangun ekosistem emas nasional berbasis syariah untuk memperkuat industri, pelaku usaha, dan pasar ekspor.
Kelemahan bisnis Bank Syariah Indonesia atau BSI dan Muhammadiyah dikuliti dalam Pengajian Umum PP Muhammadiyah di TVMU, Jumat (26/6/2026). Kedua institusi disorot tajam karena dinilai gagal menguasai ekosistem perputaran uang.
BSI berkolaborasi dengan FOZ dan POROZ untuk mengoptimalkan pengelolaan zakat nasional. Potensi zakat Rp340 triliun dikejar lewat digitalisasi layanan.
BSI membukukan laba bersih Rp2,80 triliun hingga April 2026, tumbuh 17,79% secara tahunan. Pertumbuhan DPK, pembiayaan, dan dominasi layanan haji memperkuat posisi BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia.
BSI menguasai mayoritas layanan haji dan umrah Indonesia dengan lebih dari 7,2 juta nasabah tabungan haji. Dominasi ini diperkuat lewat pengembangan ekosistem halal, layanan perbankan syariah, dan dukungan pada International Islamic Expo 2026.