LANGIT7.ID-Sebanyak 502 pengawas, 55 penanggung jawab lokasi (PJL), dan 5 wakil penanggung jawab lokasi (WPJL) diterjunkan guna menyukseskan pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK- SNBT) Unsoed Purwokerto yang akan dimulai pada 23 April 2025.
Pengawas terdiri dari dosen dan tenaga kependidikan. Mereka akan ditugaskan di 11 lokasi ujian.
Masing-masing di Fakultas Peternakan, Fakultas Kedokteran, Fakultas MIPA, Laboratorium Riset, Gedung D Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian, UPT Bahasa, Laboratorium Fakulas Ekonomi dan Bisnis.
Gedung D Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelauatan, Gedung IAB SBSN.
Sebagai bagian persiapan, Unsoed sebagai pusat Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) PTN 351 menyelenggarakan sosialisasi bagi mereka. Sosialisasi ini berlangsung selama dua hari yaitu pada tanggal 14-15 April 2025.
Koordinator Bidang Akademik, Eko Sumanto S.Pt., M.Si mengatakan sosialiasi bagi calon pengawas ini adalah syarat mutlak bagi calon pengawas UTBK 2025.
“Kami akan membekali pengawas dengan penjelasan secara detail terkait tugas dan fungsi pengawas sesuai dengan prosedur operasional standar dari panitia pusat. Target kami adalam zero mal administrasi untuk pelaksanaan pengawasan kegiatan UTBK di Pusat UTBK 351 Unsoed tahun ini,” kata Eko.
Eko juga menambahkan, dalam sosialiasi ini pengawas juga di beri penjelasan tentang penggunaan aplikasi pengawas dan aplikasi ujian sebagai bekal dalam melaksanakn tugas pengawasan UTBK 2025.
Untuk memperlancar pelaksaan, Unsoed juga menyiapkan 21 ruangan, dengan 12 server.
Sebanyak 18.070 peserta ikuti UTBK di Unsoed Tercatat sejumlah 18.070 peserta akan mengikuti UTBK di Unsoed. Pada pelaksanaannya akan terdapat 18 sesi, dengan jumlah peserta per sesi adalah 1.040 peserta.
Materi tes dalam UTBK 2025 terdiri atas dua komponen yaitu Tes Potensi Skolastik, dan Tes Literasi.
Untuk Tes Potensi Skolastik terdiri dari penalaran umum, pengetahuan dan pemahaman umum, pemahaman bacaan dan menulis, dan pengetahuan kuantitatif.
Sedangkan Tes Literasi mencakup literasi dalam Bahasa Indonesia, Literasi dalam Bahasa Inggris, dan penalaran Matematika.(*)
(hbd)