LANGIT7.ID-, Jakarta - - Di hari pertama pelaksanaan
Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK)
Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026, sejumlah prakti kecurangan ditemukan di berbagai pusat penyelenggara ujian.
Terkait hal tersebut,
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek)
Brian Yuliarto memastikan pemerintah akan mengevaluasi sekaligus menindak setiap temuan kecurangan.
Kecurangan terjadi mulai dari praktik perjokian hingga menggunakan alat bantu.
Misalnya di lokasi Pusat Penyelenggara UTBK Universitas Sulawesi Barat, dimana peserta tes mengganti kehadirannya dengan orang lain.
Panitia juga menemukan upaya manipulasi identitas melalui rekayasa foto. Untuk mengantisipasi hal tersebut, sistem seleksi telah dilengkapi teknologi
face recognition dan dukungan kecerdasan buatan (AI) guna memastikan keaslian data peserta, termasuk mendeteksi kejanggalan antara asal sekolah dan lokasi ujian.
Lalu di lokasi tes Universitas Negeri Surabaya juga ditemukan perjokian dengan modus peserta yang mengikuti UTBK di dua tahun berturut-turut tetapi dengan nama yang berbeda.
Serta di lokasi UTBK Universitas Negeri Malang dan UPN Veteran Jawa Timur. Kali ini, pelaku berupaya memodifikasi foto pendaftaran agar tidak terlacak sistem.
Baca juga: Temuan Kecurangan Hari Pertama UTBK: Joki, Alat Bantu Dengar, Hingga Sindikat & Dokumen PalsuBerbeda di lokasi tes Universitas Diponegoro, Semarang. Panitia ujian menemukan seorang peserta menanamkan alat bantu dengar di dalam telinganya hingga panitia harus melibatkan dokter spesialis THT untuk melepaskannya.
Mendiktisaintek menegaskan, segala bentuk kecurangan akan ditindaklanjuti. "Setiap indikasi kecurangan akan dicatat, didalami, dan diproses sesuai aturan yang berlaku," ujar Menteri Brian.
Fokus utama pemerintah saat ini, sambung Brian, adalah memastikan seluruh rangkaian UTBK berjalan tertib, aman, dan adil hingga selesai.
Mendikti juga mengimbau para calon mahasiswa untuk mengandalkan kemampuan sendiri dalam menghadapi ujian sebab usaha yang sungguh-sungguh dan cara yang jujur akan memberikan hasil terbaik.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas seleksi nasional ini, serta memastikan seluruh peserta mendapatkan kesempatan yang adil tanpa kecurangan.
Sementara itu, Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Eduart Wolok menegaskan, untuk peserta UTBK yang melakukan kecurangan selama tes dipastikan tidak lulus.
"Aspek-aspek kecurangan ini tidak akan kami toleransi," tegasnya.
Pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 dilaksanakan serentak mulai hari ini, 21 April 2026 hingga 30 April 2026.
(lsi)