Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 08 Mei 2026
home global news detail berita

Menbud Apresiasi Pertunjukan Teater Imam Al-Bukhari dan Sukarno Sebagai Simbol Nyata Kolaborasi Indonesia-Uzbekistan

tim langit 7 Rabu, 16 April 2025 - 10:33 WIB
Menbud Apresiasi Pertunjukan Teater Imam Al-Bukhari dan Sukarno Sebagai Simbol Nyata Kolaborasi Indonesia-Uzbekistan
LANGIT7.ID-Jakarta; Hubungan antara Indonesia dan Uzbekistan tidak hanya terjalin melalui kerja sama diplomatik, tetapi juga hubungan budaya dan historis yang kuat dan mengakar pada semangat saling menghormati, keterbukaan terhadap nilai-nilai luhur, dan komitmen terhadap pelestarian warisan intelektual Islam, termasuk Imam Al-Bukhari. Kedekatan ini tercermin dalam sejarah kunjungan Presiden Sukarno ke Uzbekistan dan keinginan beliau untuk berziarah ke makam Imam Al-Bukhari sebagai bentuk penghormatan terhadap sosok yang menjadi mercusuar ilmu pengetahuan Islam tersebut.

Dalam konteks kekinian, hubungan Indonesia dan Uzbekistan semakin berkembang melalui berbagai kerja sama di bidang kebudayaan, Pendidikan, dan keagamaan. Diplomasi budaya memainkan peran penting dalam memperkuat ikatan ini. Pertunjukan teater "Imam Al-Bukhari dan Sukarno" merupakan simbol nyata dari kolaborasi tersebut.

Baca juga: Menteri Kebudayaan Rusia Temui Menbud Fadli Zon Bahas Peluang Kolaborasi Kebudayaan

Pertunjukan teater "Imam Al-Bukhari dan Sukarno" mengisahkan pertemuan simbolik dua tokoh besar dari dua bangsa yang berbeda namun memiliki nilai-nilai perjuangan dan keilmuan yang selaras. Diprakarsai dan diproduksi oleh Yayasan Bumi Purnati dan Teater Katakkurgan dari Uzbekistan, pertunjukan ini tidak hanya menarasikan kedekatan historis, tetapi juga memperkuat jalinan kebudayaan melalui media seni.

Menbud Apresiasi Pertunjukan Teater Imam Al-Bukhari dan Sukarno Sebagai Simbol Nyata Kolaborasi Indonesia-Uzbekistan

Menteri Kebudayaan pada kesempatan malam ini mengatakan jika ini adalah sebuah pertunjukan yang luar biasa. Menurutnya ia sangat terkesan, karena ini merupakan satu jembatan bagi dua negara, Indonesia dan Uzbekistan. "Kunjungan historik Bung Karno pada bulan September tahun 1956 memang sebuah kunjungan yang luar biasa. Mudah mudahan konektivitas sekarang ini bisa menjadikan hubungan antara dua negara, khususnya juga budaya dan sejarah," harap dia, dalam keterangannya, Rabu (16/4/2025).

"Semoga kedepannya budaya dan sejarah bisa menjadi bagian dari upaya kita untuk menggali hubungan kita yang lebih jauh ke depan antara Indonesia dengan Uzbekistan. Terima kasih kepada seluruh hadirin dan terutama adalah para pelaku budaya kita yang telah memuntaskan dengan luar biasa," tutupnya.

Presiden ke-5 Republik Indonesia, yang juga merupakan putri dari Sukarno, Megawati Soekarnoputri, pada sambutannya menyampaikan acara malam ini bukan hanya sebuah pertunjukan, tapi juga sebuah jembatan sejarah dan perasaan kolaborasi para aktor, pengusik, penulis nafkah dan sutradara dari Indonesia dan Uzbekistan. Menurutnya ini adalah bentuk nyata dari persahabatan yang lahir dari penghormatan.

"Terima kasih kepada semua pihak yang telah mewujudkan karya ini, kepada Ahmad Fauzi dan Valikhon Umarov, kalian telah menulis sejarah dengan tinta seni dan jiwa. Kepada para pemain, kru dan penyelenggara kalian harus yakin bukan hanya mengangkat kisah masa lalu, tapi juga nanamkan benih harapan untuk masa depan," lanjutnya.

Menbud Apresiasi Pertunjukan Teater Imam Al-Bukhari dan Sukarno Sebagai Simbol Nyata Kolaborasi Indonesia-Uzbekistan

Sedangkan Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia, Oybek Eshonov, menyampaikan jika kunjungan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, ke Uzbekistan, tanah kelahiran Imam Bukhari menjadi awal dari hubungan erat antara kedua bangsa. Presiden Soekarno adalah pemimpin asing pertama yang melakukan ziarah ke makam Imam Bukhari, sebuah tindakan yang memperkuat kedudukan beliau di hati rakyat Uzbekistan. Kunjungan itu menurutnya menjadi fondasi kokoh bagi persahabatan antara negara, yang itu terus dilanjutkan hingga hari ini.

Pertunjukan teater kerja sama kedua negara ini juga turut dihadiri oleh Gubernur DK Jakarta, Pramono Anung, beserta Wakil, Rano Karno, Sukmawati Soekarnoputri dan Guruh Soekanoputra, Ganjar Pranowo, Deddy Sitorus, Djarot Saiful Hidayat, Andika Perkasa hingga Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP Bonnie Triyana. Pertunjukan ini hadir untuk menyampaikan kepada publik akan signifikansi hubungan antara Indonesia dan Uzbekistan dalam perkembangan kebudayaan dan ajaran Islam.

Melalui kisah ini, diharapkan masyarakat Indonesia dan Uzbekistan dapat saling menginspirasi dalam semangat toleransi, penghormatan terhadap sejarah, dan kerja sama antarbangsa yang berkelanjutan, serta pemahaman bahwa Islam di Indonesia tidak hanya berasal dari negeri Arab. Serta bagi Indonesia, teater ini mengingatkan signifikansi Sukarno dalam pembangunan peradaban Islam di Uzbekistan.

Setelah melakukan 3 (tiga) kali pertunjukan di 3 (tiga) kota di Uzbekistan pada tahun 2024, pertunjukan teater ‘Imam Al-Bukhari dan Sukarno’ melakukan pertunjukan di Jakarta, Indonesia. Kegiatan pertunjukan teater ini diharapkan dapat mempererat jalinan sejarah dan kebudayaan antara Indonesia dan Uzbekistan, serta menjadi contoh nyata dari kekuatan seni dalam membangun pemahaman lintas bangsa dan generasi.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 08 Mei 2026
Imsak
04:25
Shubuh
04:35
Dhuhur
11:53
Ashar
15:13
Maghrib
17:48
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)