LANGIT7.ID-Presiden Prabowo menunjuk Menteri Sekretaris Negara atau Mensesneg menjadi juru bicara (jubir) presiden.
Presiden menunjuk pembantu dekatnya ini sebagai jubir. Meski demikian, penunjukan itu tidak diberangi dengan pelantikan.
Prasetyo menyampaikan, penunjukan ini berkaitan dengan tugas dan fungsinya sebagai Mensesneg. Namun, ia memastikan bahwa penunjukan ini tidak diikuti oleh pelantikan.
"Enggak, enggak perlu dilantik. Kita semua diharapkan menjadi juru bicara ya, terutama kalau saya posisi sebagai Mensesneg diminta juga untuk ikut aktif," kata Prasetyo kepada wartawan, Kamis (17/4/2025).
Profil Prasetyo Hadi Dikutip dari laman setneg.go.id, Prasetyo Hadi lahir di sebuah desa kecil di Ngawi pada 28 Oktober 1979, di tengah keluarga yang sederhana namun kaya akan nilai-nilai kehidupan.
Sejak kecil, ia sudah dibiasakan untuk bekerja keras dan berpikir kritis. Pendidikan dasar di SD Katolik Santo Yosef dan SMP Negeri 2 Ngawi membentuknya menjadi sosok yang tekun dan penuh semangat.
Namun, perjalanan Prasetyo tidak berhenti di sana. Dengan tekad dan impian besar, ia melanjutkan pendidikannya ke SMA Taruna Nusantara di Magelang, sebuah lembaga pendidikan yang terkenal mampu mencetak generasi emas dengan karakter disiplin tinggi dan menjunjung nilai kepemimpinan yang kuat.
Di sinilah Prasetyo mulai menapaki jalan hidupnya yang penuh tantangan, mempersiapkan dirinya untuk masa depan yang lebih luas.
Pendidikan tinggi Prasetyo semakin mengasah kemampuannya. Pada tahun 2006, ia meraih gelar S-1 dalam bidang Konservasi Sumberdaya Hutan dari Universitas Gajah Mada.
Keinginan untuk melayani dan memberi perubahan mendorongnya untuk terjun ke dunia politik. Pada tahun 2008, Prasetyo mulai mengemban amanah sebagai Ketua Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan DPP Partai Gerindra (Gerakan Indonesia Raya), sebuah langkah pertama yang membuka banyak pintu kesempatan dalam kariernya.
Tahun 2020 menjadi titik balik dalam perjalanan politik Prasetyo. Ia terpilih sebagai anggota DPR RI. Dalam kurun waktu empat tahun, Prasetyo dikenal sebagai sosok yang gigih memperjuangkan kepentingan rakyat, dengan pendekatan yang penuh empati dan solutif.
Komitmennya untuk melayani masyarakat dan menghadirkan perubahan yang nyata tidak pernah surut, meskipun menghadapi berbagai tantangan besar di medan politik. Setiap keputusan yang diambilnya selalu berorientasi pada kebaikan bersama, bukan hanya kepentingan sesaat.
Pada 21 Oktober 2024, perjalanan Prasetyo memasuki babak baru yang lebih besar dan penuh tanggung jawab. Ia dilantik sebagai Menteri Sekretaris Negara oleh Presiden Prabowo Subianto, dengan masa jabatan 2024-2029.(*)
(hbd)