LANGIT7.ID-Stuttgart; Aryna Sabalenka akhirnya mengakhiri penantiannya setelah berhasil bertanding (dan menang) di tournamen WTA 2025 Porsche Tennis Grand Prix.
Setelah melaju ke perempat final tanpa harus memukul bola, pemain peringkat 1 dunia Sabalenka mengalahkan mantan pasangan gandanya, Elise Mertens, dengan skor 6-4, 6-1 dalam pertandingan perempat final Sabtu malam di Stuttgart.
"Akhirnya aku bisa bertanding," kata Sabalenka setelah kemenangannya. "Belum pernah sebelumnya aku baru bermain pertandingan pertama di hari Sabtu... Aku puas dengan variasi permainan yang kubawa hari ini. Menurutku, ini pertandingan yang cukup solid."
Sabalenka akan menghadapi unggulan kelima, Jasmine Paolini, di semifinal. Paolini mengalahkan unggulan keempat, Coco Gauff, dengan skor 6-4, 6-3 dalam pertandingan perempat final terakhir Sabtu malam. Sabalenka unggul 4-2 dalam rekor head-to-head melawan Paolini.
Kesabaran Sabalenka TerbayarSetelah mendapat bye di babak pertama, Sabalenka tidak perlu bermain di babak kedua karena lawannya, Anastasia Potapova, mengundurkan diri akibat cedera. Dengan demikian, pertandingan perempat final Sabtu malam adalah pertandingan pertamanya minggu ini.
Mertens, yang berada di peringkat 29 dunia, benar-benar menguji performa Sabalenka di set pertama. Pemain Belgia itu hampir memimpin 5-4 dan berpeluang mengambil keunggulan satu set. Namun, Sabalenka berhasil memenangkan game tersebut dan mengambil keunggulan 5-4. Sejak saat itu, unggulan teratas ini hampir tak terbendung, dimulai dengan break servis untuk mengamankan set pertama.
Secara keseluruhan, Sabalenka mematahkan servis Mertens dalam tiga dari empat game servis terakhirnya. Sementara itu, pemain nomor 1 dunia ini juga tampil sempurna di servisnya sendiri, memenangkan dua game servis terakhir tanpa kehilangan satu poin pun.
"Aku punya waktu seminggu untuk berlatih di lapangan ini, jadi aku merasa cukup nyaman," ujar Sabalenka. "Selain itu, aku sudah sering bermain di sini, jadi aku mengenal lapangannya dan merasa sangat nyaman di permukaan ini. Kurasa ini hanya soal menyesuaikan diri dengan pertandingan pertama di tanah liat dan tidak terburu-buru."
Sabalenka kini memimpin rekor 9-2 dalam pertemuan tunggal melawan Mertens, rekan yang pernah menciptakan sejarah Grand Slam bersamanya. Mereka berdua memenangkan gelar ganda di US Open 2019 dan Australian Open 2021.
Sabalenka berpeluang mencapai final Stuttgart keempatnya dalam lima tahun terakhir. Dia menjadi runner-up pada 2021, 2022, dan 2023—namun belum berhasil meraih gelar juara.
Paolini Kalahkan Gauff untuk Pertama Kalinya Dalam pertandingan perempat final terakhir hari ini, Paolini asal Italia membutuhkan waktu 1 jam 28 menit untuk meraih kemenangan pertamanya atas Gauff dalam tiga pertemuan mereka sepanjang karier.
Pertandingan dimulai dengan baik untuk Gauff, dengan return mematikannya membawanya break tanpa kehilangan poin di game pertama. Namun, Paolini bermain semakin meyakinkan seiring berjalannya pertandingan dan berhasil menyamakan kedudukan di 4-4.
Saat mempertahankan servis di skor 5-4, Gauff justru mencatatkan game yang sangat berbeda dengan game pertamanya. Dia melakukan dua double fault berturut-turut, memberi Paolini tiga kesempatan set point, dan akhirnya kehilangan servis tanpa mencetak poin setelah melakukan kesalahan backhand.
Namun, Paolini memang sulit dikalahkan malam itu. Dia mencetak 20 winner—delapan lebih banyak dari Gauff—dan hampir sempurna saat mendekati net, meraih kemenangan pertamanya atas pemain Top 10 tahun ini.
"Kurasa aku bermain agresif dan konsisten, tidak banyak melakukan kesalahan," kata Paolini setelah pertandingan. "Menurutku, aku menyelesaikan pertandingan dengan baik."
"Ketika aku melangkah ke lapangan dan memukul bola dengan keras, itulah yang membuatku menikmati tenis. Aku suka memukul bola sekuat mungkin. Itu memberiku kebahagiaan." (*/saf/wtatour)
(lam)