LANGIT7.ID-Jakarta; Harapan Liverpool untuk mengunci gelar Premier League lebih cepat harus tertunda, tapi rasanya tinggal menunggu hitungan hari. Arsenal nyaris mengamankan tiga poin saat menjamu Crystal Palace, tapi blunder di menit-menit akhir membuat laga berakhir imbang 2-2 — dan Liverpool pun tetap nyaman di puncak.
Laga ini seolah jadi cerminan musim Arsenal: unggul lebih dulu lewat sundulan Jakub Kiwior, lalu disamakan lewat gol spektakuler Eberechi Eze, sempat unggul lagi lewat Leandro Trossard, namun akhirnya gagal menang karena kesalahan William Saliba yang dimanfaatkan Jean-Philippe Mateta tujuh menit sebelum laga usai.
Hasil ini membuat Liverpool tetap unggul 12 poin di puncak klasemen, dengan selisih gol jauh lebih baik. Mereka kini hanya butuh hasil imbang saat melawan Tottenham hari Minggu nanti untuk resmi jadi juara Premier League ke-20 — menyamai rekor Manchester United.
Arsenal yang tampaknya kembali jadi runner-up untuk musim ketiga beruntun, setidaknya masih punya peluang dari Liga Champions, dengan semifinal melawan PSG pekan depan. Tapi performa di liga tetap jadi sorotan, karena mereka sudah sembilan kali gagal menang meski sempat unggul lebih dulu — angka yang bisa sangat menentukan di perebutan gelar.
“Saya rasa pertandingan ini tidak kami kendalikan seperti biasanya,” ujar Mikel Arteta setelah laga. Ia juga menyebut Ben White dan Mikel Merino diragukan tampil lawan PSG karena cedera, meski tak dijelaskan secara detail.
Arteta menegaskan bahwa timnya tetap punya motivasi untuk menang, bukan hanya untuk memperlambat langkah Liverpool, tapi juga demi menjaga momentum usai kemenangan besar atas Real Madrid di perempat final Liga Champions. Di sisi lain, Arsenal juga disebut sedang membuka negosiasi kontrak baru dengan Thomas Partey, yang sebelumnya sempat diperkirakan akan hengkang musim panas ini.
Sementara Crystal Palace kembali menunjukkan mereka bukan tim yang mudah dikalahkan. Meski tampil dengan banyak rotasi dan punya waktu istirahat lebih singkat dari Aston Villa — lawan mereka di semifinal Piala FA — pasukan Oliver Glasner tampil penuh semangat. “Respons para pemain luar biasa, saya sangat bangga,” ujar Glasner.
Arsenal membuka laga dengan sempurna lewat sundulan Kiwior saat laga baru berjalan tiga menit. Tapi Palace perlahan bangkit, dan akhirnya menyamakan skor lewat tembakan voli Eze yang tak terbendung, memanfaatkan kelengahan lini belakang Arsenal saat mengantisipasi sepak pojok.
The Gunners sempat kembali unggul jelang turun minum lewat aksi Trossard yang sedang on fire, mencetak gol lewat tembakan yang sedikit membentur Jefferson Lerma. Tapi di babak kedua, Arsenal justru ditekan habis-habisan.
Palace punya sejumlah peluang emas, termasuk dari Justin Devenny dan Ismaïla Sarr, tapi semua gagal membuahkan hasil. Bahkan Gabriel Martinelli sempat mencetak gol ketiga Arsenal, namun dianulir VAR karena bola dianggap sudah keluar lapangan sebelum Timber mengirimkan umpan.
Kiper Palace, Dean Henderson, jadi pahlawan lewat penyelamatan gemilang dari tendangan voli Bukayo Saka. Dan akhirnya, kesalahan fatal dari Saliba dimanfaatkan sempurna oleh Mateta yang dengan tenang mencungkil bola melewati David Raya — gol yang langsung meledakkan tribun suporter Palace.
Dengan hasil ini, Liverpool tinggal menunggu waktu. Jika mampu menahan imbang Tottenham akhir pekan nanti, mereka akan resmi menyegel gelar juara — dan Arsenal kembali harus puas jadi penantang terbaik yang tak cukup untuk menang.
(lam)