LANGIT7.ID, Jakarta - Menteri BUMN, Erick Thohir menyebutkan Indonesia meraih capaian yang baik dalam mendukung pertumbuhan UMKM dan keuangan syariah. Di mana merger Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadikannya sebagai Bank BUMN Syariah terbesar di Indonesia dengan daya saing global.
“Ini tentu sebagai alternatif daripada ekonomi syariah. Bahkan, saat ini telah masuk ke ekosistem yang persaingannya cukup berat dan terbuka, yaitu industri perbankan,” jelasnya.
Baca juga: BSI Dukung Pengembangan Pasar Syariah Lewat Pemberdayaan NasabahBSI disebutkan menjadi bank ke-7 terbesar di Indonesia dengan total aset mencapai Rp240 triliun. Hal ini akan menjadi salah satu akses pendanaan untuk ummat.
“Kita dorong BSI nantinya agar bisa menjadi pemain global, karena banyak akses yang bisa kita lakukan nantinya, seperti melalui sukuk dan lainnya,” jelas Erick.
Transformasi BUMN ini, lanjut Erick, dilakukan demi mendukung dan fokus dalam memperbaiki kinerja dan memperkuat
cashflow perusahaan melalui implementasi
operational exellence.
Lebih lanjut, Erick menyebutkan, dengan terdampaknya 87,5 persen UMKM akibat pandemi Covid-19, pihaknya akan mendorong para pelaku UMKM untuk turut bertransformasi digital. Sebab, sektor UMKM yang didukung digitalisasi mampu bertumbuh di masa pandemi sekali pun.
“
Remaping UMKM dengan adanya digitalisasi mampu merubah kebiasaan masyarakat. Seperti mendorong orang untuk meningkatkan kesehatan mereka. Hal ini juga akan mempengaruhi UMKM untuk shifting produk kesehatan demi memenuhi kebutuhan pasar,” ujarnya.
Baca juga: Ibu Rumah Tangga Miliki Omzet Rp200 Juta dari Ternak Burung PuyuhUntuk itu, melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menjadi salah satu upaya untuk mendukung pemulihan UMKM selama pandemi Covid-19. Bentuk dukungan ini melalui restrukturisasi kredit.
“Kita juga berupaya akan mendampingi para UMKM, sehingga pasca pandemi bisa ada perubahan yang lebih baik. Maka kita juga mendirikan
holding ultra mikro (UMi),” jelasnya.
Melalui ekosistem UMi dapat meningkatkan porsi permodalan untuk sektor UMi hingga 30 persen. Sehingga dukungan kepada para pelaku UMKM menjadi keharusan bagi pemerintah.
“Tahun depan nanti di G20 kita akan tampilkan UMKM Indonesia kepada dunia. Dengan penggabungan ini, kita harap adanya akses dan bunga lebih rendah, termasuk pelayanan yang lebih baik,” jelasnya.
(zul)