LANGIT7.ID, Padang - Telur puyuh merupakan salah satu bahan makanan yang menjadi pilihan masyarakat Indonesia. Telur dengan cangkang bercorak ini kaya akan protein serta mengandung banyak vitamin, mineral, dan asam lemak omega-3.
Selain kandungan gizinya yang cukup baik, telur puyuh juga memiliki harga yang relatif terjangkau. Sehingga cukup diminati oleh banyak kalangan.
Untuk itu, muslimah asal Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat, Heri Susanti, memutuskan untuk menjadi peternak burung puyuh karena mampu menghasilkan keuntungan yang menjanjikan.
Baca juga: Olah Limbah Kayu Jati Belanda, Sukses Hasilkan Produk Seni Bernilai TinggiBahkan, sebelum memutuskan menjadi peternak, Heri sudah menjadi pedagang telur puyuh. Namun, seiring waktu, ia mendapati sulitnya mendapatkan pasokan dari telur puyuh.
Dari situ, ia mulai berinisiatif untuk bisa mendapatkan telur puyuh dengan menciptakan pasokannya sendiri, yakni menjadi peternak burung puyuh. Hasil panennya itu, ia biasa pasarkan ke seluruh wilayah, baik dalam kota mau pun luar kota, yang kini telur puyuhnya sudah memiliki langganan di Kepulauan Riau.
Ia mengaku cukup banyak mendapatkan keuntungan dari menjadi peternak burung puyuh ini. Pasalnya, keseluruhan dari burung puyuh bisa dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomis yang menjanjikan.
“Selain telurnya, saya juga biasa jual anakan puyuh dan puyuh yang sudah tidak produktif lagi untuk dimanfaatkan dagingnya. Selain itu juga kami menjual pakan untuk puyuh yang banyak diminati dari kalangan peternak,” kata Heri dikanal Youtube Yogip Syakafiq.
Baca juga: Cerdik Tangkap Peluang, Linda Berhasil Kembangkan Bisnis Fesyen MuslimMenurutnya, diawal menjalankan usahanya, ia merasa cukup kesulitan. Namun, hal itu mejadi pelajaran baginya untuk tetap bisa mengembangkan usahanya.
Kendala yang ada, tidak dijadikan halangan bagi Heri untuk terus bangkit. Modal belajar dan terus mencari tahu seluk-beluk peternakan dari burung puyuh, kini ia telah mampu memiliki delapan kandang peternakan burung puyuh.
“Dari keseluruhan kandang ternak dan segala jenis bentuk produk yang memiliki nilai di pasaran, saya bisa dapatkan omzet hingga Rp200 juta” ujarnya.
Menurutnya, dalam menjalankan usaha tidak bisa dilakukan setengah hati. Perlu ada dedikasi waktu, uang, dan tenaga yang harus secara penuh diberikan ke dalam usaha yang sedang dijalankan.
“Kalau buat saya, untuk mengembangkan usaha tidak bisa hanya nyemplung saja, tapi kalau sudah basah mendingan langsung mandi sekalian,” katanya.
(zul)