LANGIT7.ID-Tangerang; Gelaran MilkLife Soccer Challenge – Tangerang 2025 yang berlangsung di Stadion Mini Cisauk dan Stadion Trimatra Kodiklat TNI Serpong sukses menjadi ajang unjuk kemampuan bagi para pesepakbola cilik. Sebanyak 963 peserta dari 54 SD dan MI di Tangerang dan sekitarnya berpartisipasi dalam turnamen yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife ini.
Dalam laga final kategori usia 10 (KU 10), British School Jakarta (BSJ) berhasil mengangkat trofi juara setelah mengalahkan SDN Pinang 3 dengan skor 2-1. Gol cepat dari Eve Garvey di menit ke-2 dan tambahan gol dari Jaela Emil-Morrish pada menit ke-9 membawa BSJ unggul lebih dulu. SDN Pinang 3 sempat memperkecil ketertinggalan lewat gol Anggun Selaras Wahyu Nugroho, namun skor tetap bertahan hingga peluit panjang.
Baca juga: MilkLife Soccer Challenge 2025: 88 Tim Adu Gengsi, Talenta Baru Menyongsong All-StarsSementara itu, partai final kategori usia 12 (KU 12) mempertemukan SDN Buaran 01 melawan SDN Jelupang 01 B. SDN Buaran 01 sukses mendominasi pertandingan dengan skor akhir 6-2, berkat kontribusi gol dari Keyla Zivara Aprilia Nugraha, Chasyafa Nur Chasanah, dan kolaborasi apik bersama Aira Septiyani.
Kemenangan ini menjadi momen manis bagi SDN Buaran 01 setelah pada edisi sebelumnya harus puas sebagai runner-up. Aira Septiyani yang kembali menjadi top scorer mengaku tegang menghadapi final, namun kerja sama tim yang solid menjadi kunci keberhasilan mereka.
Berikut daftar pemenang utama MilkLife Soccer Challenge – Tangerang 2025:
Kategori Usia 10
Juara: British School Jakarta
Runner-up: SDN Pinang 3
Top Scorer dan Best Player: Nitya Safira Jaya (SDN Pinang 3)
Best Goalkeeper: Evelyn Merriott (British School Jakarta)
Fairplay Team: SDN Pondok Kacang Timur 04
Kategori Usia 12
Juara: SDN Buaran 01
Runner-up: SDN Jelupang 01 B
Top Scorer: Aira Septiyani (SDN Buaran 01)
Best Player: Keyla Zivara Aprilia Nugraha (SDN Buaran 01)
Best Goalkeeper: Chasyafa Nur Chasanah (SDN Buaran 01)
Fairplay Team: UPTD SDN Setu
Kebanggaan para pemain, pelatih, dan orang tua memenuhi atmosfer final, menegaskan bahwa turnamen ini bukan sekadar kompetisi, melainkan panggung bagi generasi muda untuk terus #BeraniCetakGol.
(lam)