LANGIT7.ID-Roma;
Mutua Madrid Open minggu selesai. Tapi pecinta tenis tidak perlu gusar. Minggu depan, tournamen WTA 1000 kembali digelar di Roma, Italia.
Sebagai salah satu turnamen paling legendaris dalam kalender, kompetisi di ibu kota Italia ini dimulai sejak 1930 dan tahun ini akan merayakan edisi ke-82.
Seperti biasa, deretan pemain top akan berbondong-bondong ke Foro Italico untuk memperebutkan gelar. Enam puluh delapan dari 70 pemain teratas dalam PIF WTA Rankings akan berpartisipasi dalam babak tunggal yang diikuti 96 pemain.
Turnamen selama dua minggu ini akan dimulai pada Selasa, 6 Mei, dengan final tunggal pada Sabtu, 17 Mei dan final ganda keesokan harinya. Juara tunggal akan membawa pulang lebih dari Rp14,9 miliar (€877.000) dan 1000 poin ranking.
Berikut fakta-fakta kunci tentang turnamen elite berikutnya:
*Tanggal Mulai Babak Utama*: Selasa, 6 Mei
*Final Tunggal*: Sabtu, 17 Mei, tidak sebelum pukul 17.00
*Final Ganda*: Minggu, 18 Mei pukul 12.00
*Kualifikasi*: Senin, 5 Mei dan Selasa, 6 Mei
*Upacara Undian*: Senin, 5 Mei pukul 11.00
*Jumlah Peserta Tunggal*: 96 pemain (termasuk 12 kualifikasi dan 8 wildcard); 32 unggulan bebas babak pertama
*Jumlah Peserta Ganda*: 32 tim
*Zona Waktu*: Central European Summer Time (BST +1, EST +6)
*Bola Resmi*: Dunlop Fort Clay Court
*Poin ranking dan hadiah uang*:
- Babak pertama: 10 poin | Rp223,5 juta
- Babak kedua: 35 poin | Rp360,6 juta
- Babak ketiga: 65 poin | Rp651,3 juta
- 16 Besar: 120 poin | Rp1,12 miliar
- Perempatfinal: 215 poin | Rp2,12 miliar
- Semifinal: 390 poin | Rp4,08 miliar
- Runner-up: 650 poin | Rp7,76 miliar
- Juara: 1000 poin | Rp14,9 miliar
Beberapa narasi menarik yang patut diikuti di Roma:
Iga Świątek, juara bertahan, telah menjadi pemain terbaik di Roma dekade ini. Dia tiga kali juara di Foro Italico (2021, 2022, 2024) — termasuk kemenangan 6-0, 6-0 atas Karolina Plíšková di final 2021. Rekor kemenangannya di turnamen ini adalah 20-2 (90,9%).
Jika Świątek menang untuk keempat kalinya, dia akan menyamai rekor Serena Williams, Conchita Martínez, dan Gabriela Sabatini. Pemegang rekor tertinggi adalah Chris Evert dengan lima gelar (1974-75, 1980-82).
Aryna Sabalenka akan tampil di Roma untuk pertama kalinya sebagai World No. 1. Pemimpin jumlah kemenangan tahun ini ini sebelumnya memiliki rekor kurang dari 50% di Roma, tapi tahun lalu ia mencapai final sebelum dikalahkan Świątek.
Elina Svitolina, juara 2017-2018, sedang dalam performa terbaik untuk meraih gelar ketiga. Dia memulai musim tanah liat dengan 9-0 (18-0 set) sebelum dikalahkan Sabalenka di semifinal Madrid.
Elena Rybakina, juara 2023, kembali ke Roma di luar Top 10 untuk pertama kali sejak Januari 2023, tapi memiliki rekor 10-2 di turnamen ini.
Coco Gauff akan berusaha mempertahankan momentum di tanah liat. Setelah mengalahkan Świątek 6-1, 6-1 di semifinal Madrid, dia akan mencoba mencetak hasil serupa di Roma — tempat dia dua kali kalah di semifinal dari Świątek (2021 dan 2024).
Jasmine Paolini akan tampil di turnamen kandangnya sebagai pemain Top 10 untuk pertama kali. Meski hanya menang dua kali di lima penampilan sebelumnya di Roma, Paolini kini adalah finalis dua Grand Slam (Roland Garros dan Wimbledon 2024)(*/saf/wtatour)
(lam)