LANGIT7.ID, Banjarbaru - PT PLN (Persero) siap mendukung program ketahanan pangan nasional dengan menyiapkan pasokan listrik yang andal ke kawasan
Food Estate di Kabupaten Pulang Pisau dan Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah, Tonny Bellamy menuturkan, PLN telah membangun sejumlah infrastruktur kelistrikan guna menerangi kawasan seluas 20 ribu hektare (Ha) tersebut.
"Listrik merupakan salah satu kunci kesuksesan dalam pengembangan
Food Estate. Kami siap mendukung penuh dengan keandalan pasokan listrik yang mumpuni," ujar Tonny.
Baca juga: PLN Rampungkan 2 Proyek Listrik Tegangan Tinggi untuk Kereta Cepat Jakarta - Bandung Ada pun jaringan distribusi yang telah dibangun PLN untuk mendukung
Food Estate yaitu jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 55,7 kilometer sirkuit (kms), jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 59,7 kms dan 29 gardu distribusi.
Infrastruktur kelistrikan yang telah dibangun tersebut, lanjut Tonny, disiapkan untuk memenuhi kebutuhan listrik dengan menyesuaikan proyeksi pertumbuhan
Food Estate di masa mendatang.
"PLN akan terus menambah pasokan listrik seiring dengan peningkatan kebutuhan listrik di lokasi
Food Estate," ungkap dia.
Saat ini, sistem kelistrikan di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah terbagi dalam 4 subsistem (isolated), dan sistem besar yang terkoneksi dengan sistem Barito–Mahakam. Total daya mampu yang dapat dipasok sistem ini mencapai 1.793 megawatt (MW), sementara rata-rata beban puncak sebesar 1.237 MW, sehingga memiliki cadangan sebesar 555 MW.
"Harapan kami kawasan ini akan semakin berkembang dan siap mendukungnya dengan pasokan listrik yang andal," paparnya.
Baca juga: Cadangan Daya Lebih Dari 50 Persen, PLN Siap Sambut Investor ke IndonesiaFood Estate adalah program pengembangan pangan yang terintegrasi antara pertanian, perkebunan, dan peternakan di suatu kawasan. Program ini diluncurkan Pemerintah sebagai upaya persiapan ketahanan pangan nasional dalam rangka merespons data
Food and Agriculture Organization (FAO) terkait peringatan dini dampak buruk pandemi Covid-19 terhadap ketahanan pangan.
Nantinya, pembangunan
Food Estate ini akan diadopsi provinsi lain untuk mewujudkan program kemandirian pangan nasional. Pemerintah berharap
Food Estate dapat mengakselerasi pembangunan pertanian nasional, dengan menyediakan pangan untuk seluruh rakyat, meningkatkan kesejahteraan petani dan menggenjot ekspor produk pertanian.
(zul)