LANGIT7.ID - Shockbreaker depan sepeda motor yang bantingannya terasa keras tentu saja membuat pengendara motor menjadi tidak nyaman.
Bahkan, bantingan shockbreaker yang terlalu keras ini bisa membuat badan pengendara terasa sakit, apalagi jika motor digunakan untuk perjalanan jarak jauh.
Bantingan shockbreaker depan di sepeda motor yang terlalu keras ini bisa terjadi karena berbagai macam hal yang berhubungan dengan komponen shockbreaker.
Kebanyakan shockbreaker depan motor ini menggunakan model teleskopik dengan komponen peredam getaran yang meliputi per shockbreaker, sulingan (piston fork), dan oli shock.
Dari beberapa komponen yang disebutkan di atas, penyebab paling banyak yang membuat bantingan shockbreaker terasa keras berasal dari oli shock.
Sebab, seiring dengan penggunaannya oli shock bisa jenuh atau penurunan nilai viskositas (kekentalan).
Saat oli shock jenuh, maka oli sokbreker tidak mampu lagi bekerja maksimal, efeknya bantingan sokbreker jadi terasa lebih keras.
Jadi, saat bantingan sokbreker depan motor yang kamu gunakan terasa keras namun sil-sil sokbrekernya masih bagus, sebaiknya periksa oli sokbreker.
Pastikan kondisi oli sokbreker masih berkualitas dan takarannya pas sesuai anjuran.
Jika terbukti kualitas oli sokbreker sudah menurun, kamu bisa lakukan penggantian oli shockbreaker depan motormu dan membersihkan komponen-komponen shockbreaker agar kinerjanya semakin maksimal.
Hanya dengan mengganti oli shockbreaker dengan yang baru umumnya kendala shockbreaker yang tiba-tiba keras bisa teratasi dan berfungsi normal kembali.(*)
(hbd)