LANGIT7.ID-Levina Istiazah, jamaah haji termuda asal Jawa Tengah (Jateng) menyemangati generasinya untuk segera mendaftar haji.
Video pendek tentang Levina sempat viral di media sosial seperti TikTok dan YouTube Kemenag Jateng. Hingga tiga hari tayang, video tersebut disukai ribuan warganet, dikomentari, dan dibagikan ratusan akun.
“Saya kaget dan nggak nyangka,” ujar Vina, sapaan akrabnya.
Sosoknya menjadi viral karena di usia mudanya, yang baru 18 tahun sudah bisa berangkat haji menunaikan rukun Islam kelima.
Vina pun menyampaikan harapan mendalam. Ia menyemangati generasi muda untuk segera mendaftar haji karena masa tunggunya sampai puluhan tahun.
“Segeralah mendaftar haji. Sebab, antreannya bisa puluhan tahun. Ketika muda, tubuh masih kuat untuk menjalankan semua rukun dan sunnah haji secara sempurna. Ini bukan hanya ibadah fisik, tapi juga pematangan kepribadian dan spiritualitas,” tuturnya.
Vina percaya bahwa panggilan haji tidak hanya bergantung pada kesiapan fisik atau finansial. “Jika belum dipanggil Allah, sehebat apapun usaha seseorang, ia tidak akan sampai ke Baitullah. Tapi kalau Allah sudah mengundang, jalan itu pasti ada,” ujarnya berfilosofi.
Berangkat haji menggantikan ibunya yang meninggal Vina berangkat haji karena menggantikan sosok ibunya yang meninggal pada 2021.
"Saya bisa berangkat karena mamah saya, meski seharusnya beliau yang berada di posisi saya sekarang,” kata Vina dikutip dari kemenag.go.id.
Anak kedua dari tiga bersaudara ini mengatakan bahwa orangtuanya mendaftar haji pada 2012. Artinya butuh penantian 13 tahun hingga akhirnya berangkat. Tapi, takdir berkata lain.
"Sejak mama wafat, belum ada pikiran langsung untuk nggantiin mama. Jadi, saya juga mengalami masa tunggu sekitar 4 tahun sebelum berangkat,” ujarnya mengenang sang ibunda.
Meski keberangkatannya menggantikan sang ibu, Vina tetap bersyukur ditakdirkan bisa berhaji di usia muda.
"Alhamdulillah saya sangat bersyukur karena telah diberi kesempatan untuk melihat Ka’bah secara langsung, menghadap kiblat yang selama ini kita tuju dalam setiap salat,” ungkapnya.
Vina tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 15 Embarkasi Solo (SOC 15). Dia terbang ke Tanah Suci pada 5 Mei 2025, pukul 12.00 wib. Ia dan ayahnya sempat menunggu 24 jam di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, sebelum akhirnya berangkat menunaikan rukun Islam kelima.(*)
(hbd)