LANGIT7.ID, Jakarta - Masyarakat di Jalur Gaza akan merekonstruksi rumah-rumah yang hancur atau rusak akibat pengeboman oleh Israel pada Mei lalu. Aktivitas tersebut akan dimulai pada pekan pertama Oktober.
Seorang pejabat senior perumahan Palestina seperti dilansir alaraby.co.uk, Rabu (29/8/2021), menyatakan proyek ini menggunakan bantuan dari Qatar.
Menurut data dari Hamas, serangan udara Israel menghancurkan sekitar 2.200 rumah di daerah kantong itu selama konflik 11 hari. Insiden itu juga merusak 37 ribu lainnya.
Wakil Menteri Gaza bidang Perumahan dan Pekerjaan Umum Naji Sarhan mengatakan sekitar 1.800 rumah yang hancur atau rusak akan dibangun kembali pada tahap pertama pekerjaan.
Dia mengatakan Israel telah mencabut sejumlah blokade pengiriman baja dan semen ke wilayah itu, dalam beberapa hari terakhir.
Pekan lalu, Mesir mulai memperbaiki jalan pesisir utama Gaza, bagian dari rencana yang lebih luas untuk mengubah infrastruktur Gaza.
Para pejabat Palestina mengatakan 250 orang termasuk 66 anak-anak, tewas akibat serangan udara Israel ke Gaza. P
Sementara para pejabat Israel mengatakan 13 orang termasuk dua anak-anak, tewas di Israel oleh roket-roket militan.
Setelah gencatan senjata 21 Mei yang dimediasi oleh Mesir, Hamas menuntut akses ke dana dan material rekonstruksi bangunan.
Israel membatasi bahan bangunan memasuki wilayah itu dengan dalih Hamas memanfaatkannya untuk membuat senjata dalam melancarkan serangan.
Tetapi menyusul kesepakatan dengan PBB dan Qatar, Israel mengizinkan bantuan sekitar 20 juta dolar AS dari negara Teluk tersebut memasuki Gaza bulan ini.
Pencairan itu akan diikuti oleh 50 juta dolar AS dari dana Qatar, yang dialokasikan untuk membangun kembali rumah-rumah.
Para pejabat Gaza memperkirakan akan dibutuhkan 479 juta dolar AS untuk membangun kembali rumah dan infrastruktur yang hancur dan rusak dalam pertempuran Mei.
Qatar dan Mesir masing-masing menjanjikan 500 juta dolar AS untuk rekonstruksi Gaza.
(arp)