LANGIT7-surabaya,- - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Timur mendorong percepatan transformasi digital dengan sinergi bersama Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).
Sinergi ini untuk memperluas penetrasi internet, khususnya di wilayah blank spot atau belum terjangkau jaringan internet.
Data terbaru APJII, penetrasi internet nasional saat ini mencapai 79,5 persen. Sementara itu, Jawa Timur berhasil melampaui angka nasional dengan capaian sebesar 81,79 persen, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024.
“Tanpa kolaborasi lintas sektor, angka penetrasi internet di Jawa Timur tak akan mencapai lebih dari 81 persen. Internet bukan lagi kebutuhan sekunder, melainkan primer mulai dari lahir hingga meninggal, semuanya terhubung dengan internet,” ujar Kepala Diskominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin, usai membuka Musyawarah Wilayah APJII Jatim di Surabaya, Rabu (21/5/2025).
Baca juga:
Musyawarah Nasional XII APJII Sepakati Muhammad Arif Jadi Ketua Umum Kominfo Jatim kini fokus memperluas jaringan internet ke berbagai titik strategis, termasuk di wilayah blank spot seperti:
- 23 sekolah di daerah terpencil, termasuk di Pulau Masalembu, Kabupaten Sumenep
- Enam titik di kawasan hutan milik Perhutani, seperti pos pendakian Gunung Arjuno-Welirang di Tretes, Pasuruan
- Anjungan Cerdas Pemprov Jatim di Kabupaten Trenggalek
“Internet kini menjadi sarana penting dalam pendidikan, pariwisata, hingga pelayanan publik. Bahkan untuk masuk ke hutan, kini bisa dilakukan pembayaran digital melalui QRIS,” tambah Sherlita.
(ori)