LANGIT7.ID-, Jakarta - -
Paradaya Movement 2.0 sebagai wujud komitmen dari
ParagonCorp dalam memberdayakan masyarakat Indonesia kembali dihelat. Pada tahun kedua penyelenggaraannya, Paradaya Movement 2.0 mengusung tema "Bangkit, Bergerak, Bermakna".
Paradaya Movement lebih dari sekadar program CSR. Berawal sebagai framework vokasi kolaboratif, untuk membuka akses pelatihan, pekerjaan, dan perlindungan sosial bagi kelompok rentan dan talenta muda dari berbagai daerah di Indonesia.
Di batch kedua ini, sesuai dengan cita-cita Paragon di usia yang ke empat puluh untuk mengusung Paragonation; yaitu mimpi untuk bisa menjadi raja di negeri sendiri dan tamu terhormat di negeri orang lain, Paragon membuka kolaborasi yang lebih luas dan membuka dua program baru selain meneruskan program pelatihan vokasi yang sudah
lebih dulu berjalan.
Baca juga: Perkuat Strategi Kepemimpinan Perempuan Global, Wardah dan Komunitas Al Mujadilah Qatar Tandatangani MoUProgram yang pertama adalah pelatihan affiliator yang akan juga menjadi bagian dari ekosistem affiliator Paragon. Program kedua adalah Paradaya Scholarship untuk mendukung pelatihan masyarakat menjadi pekerja global yang skillful dan terlindungi.
"Paradaya bukan sekadar pelatihan. Ini tentang membangun kepercayaan diri, menyalakan harapan, dan menciptakan perubahan nyata. Kami percaya, jika dilakukan bersama, pemberdayaan bisa menjadi kekuatan yang menggerakkan bangsa,” ujar Group CEO ParagonCorp, Harman Subakat, dalam sambutan peluncuran Paradaya Movement di Jakarta, Rabu (28/5).
Paradaya, lanjutnya, merupakan cerminan semangat gotong royong bangsa Indonesia yang terwujud melalui kolaborasi nyata antar berbagai pemangku kepentingan.
"Kami ingin mengajak seluruh pemangku kepentingan-pemerintah, swasta, lembaga sosial, dan komunitas–untuk menjadikan Paradaya sebagai gerakan nasional. Bukan hanya program milik Paragon, tapi milik kita semua yang ingin melihat Indonesia lebih berdaya," imbuh Harman.
Hadir dalam acara ini, Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli yang menekankan pentingnya membangun ekosistem gerakan untuk meningkatkan produktivitas nasional melalui kolaborasi pemerintah, universitas dan industri.
Mewujudkan apprenticeship nasional dalam dan luar negeri pada 4 tema fokus, seperti smart operation, smart creative IT skills, agroforestry, dan green jobs. Turut hadir juga Leontinus Alpha Edison, Deputi I Kemenko Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, yang mendorong pengembangan ekosistem vokasi nasional yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat bawah.
![Paradaya Movement, Mendorong Masyarakat Indonesia Skillful dan Mudah Beradaptasi]()
(Salah satu alumni pelatihan barista di Paradaya. Foto: dok. ParagonCorp)
Salah satu momen paling menginspirasi hadir saat Idris, alumni pelatihan barista Paradaya, dan Rosita, alumni pelatihan bakery Paradaya, membagikan perjalanannya dari peserta pelatihan hingga kini dapat mandiri.
![Paradaya Movement, Mendorong Masyarakat Indonesia Skillful dan Mudah Beradaptasi]()
(Alumni pelatihan Paradaya di sektor barbershop. Foto: dok. ParagonCorp)
"Bangkit. Bergerak. Bermakna bukan hanya slogan, tapi perjalanan kolektif yang kami usahakan bersama. Dan kami percaya, ini baru permulaan," tutup Harman Subakat.
(lsi)